nuurul imaan

Sifat-sifat orang-orang munafiq dalm surat At Taubah (2)

Seri resume kajian malam jum’at bersama Ust. Achmad Rofi’i, LC M.Mpd dengan kitab kajian “Nuurul Iman Wa Dzulumaatun Nifaq”.

  • At Taubah ayat 79-80

Alloh Ta’ala berfirman :

{ الَّذِينَ يَلْمِزُونَ الْمُطَّوِّعِينَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ فِي الصَّدَقَاتِ وَالَّذِينَ لَا يَجِدُونَ إِلَّا جُهْدَهُمْ فَيَسْخَرُونَ مِنْهُمْ سَخِرَ اللَّهُ مِنْهُمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ (79)  اسْتَغْفِرْ لَهُمْ أَوْ لَا تَسْتَغْفِرْ لَهُمْ إِنْ تَسْتَغْفِرْ لَهُمْ سَبْعِينَ مَرَّةً فَلَنْ يَغْفِرَ اللَّهُ لَهُمْ ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ كَفَرُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ (80) } التوبة :79-80

Artinya :

“(orang-orang munafik itu) Yaitu orang-orang yang mencela orang-orang mukmin yang memberi sodaqoh dengan sukarela dan (mencela) orang-orang yang tidak memperoleh (untuk disedekahkan) selain sekedar kesanggupannya, maka orang-orang munafik itu menghina mereka. Alloh akan membalas penghinaan mereka itu, dan untuk mereka azab yang pedih. Kamu memohonkan ampun bagi mereka atau tidak kamu mohonkan ampun bagi mereka (adalah sama saja). Kendatipun kamu memohonkan ampun bagi mereka tujuh puluh kali, namun Alloh sekali-kali tidak akan memberi ampunan kepada mereka. yang demikian itu adalah karena mereka kafir kepada Alloh dan Rasul-Nya. dan Alloh tidak memberi petunjuk kepada kaum yang fasik”. (At Taubah : 79-80)

Lanjut membaca

Sifat-sifat orang-orang munafiq dalam surat At Taubah

بسم الله الرحمن الرحيم

Alhamdulillah di Pesantren Al I’tishoom setiap malam jum’at selalu ada kajian rutin untuk umum yang disampaikan oleh Mudir ‘Aam Al Ustadz Achmad Rofi’i, LC. M.Mpd. Saat ini sedang dikaji kitab Nurul Iman wa Dzulumaatin Nifaaq (نور الإيمان وظلمات النفاق ) Karya Syaikh DR. Sa’id bin Ali bin Wahf Al Qohtoniy.

Sejak awal ingin rasanya untuk membuat resume dari kajian ini kemudian disebarkan, akan tetapi baru malam ini bisa terpenuhi, mudah-mudahan walaupun tidak dari awal akan tetapi masih bisa bermanfaat.

Malam ini sampai pada kajian sifat-sifat munafiqiin. Berikut resumenya, semoga bermanfaat.

Diantara sifat-sifat munafiqin dalam Al Qur’an

Lanjut membaca

Pernyataan Sikap Umat Islam Indonesia tentang Bahaya Syi’ah (Kutipan Lengkap)

بسم الله الرحمن الرحيم

PERNYATAAN SIKAP BERSAMA AHLUSSUNNAH INDONESIA

Kami Ahlussunnah Indonesia menyatakan sikap bersama tentang keberadaan Syi’ah Imamiyyah Itsna ’Asyariyyah di Indonesia sebagai berikut:

MENIMBANG

1. Ajaran Ahlussunnah adalah Ajaran dan jalan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, keluarga dan Sahabatnya hingga hari kiamat. (Qs An-Nisa’ 115 dan Al-Hasyr 7)

2. Siapapun yang tidak sesuai dan bahkan menyelisihi Ahlussunnah wal Jama’ah, berarti menyelisihi kebenaran, maka dia tersesat. (Qs. Yunus: 32 dan Al-An’am 55)

Lanjut membaca

Al-Iman menurut Ahlus Sunnah wal Jama’ah (2)

بسم الله الرحمن الرحيم

Rukun-rukun Iman (1)

Rukun Iman Pertama : Beriman pada Alloh تعالى

Oleh : Ahmad Sobari Asy-Syirbuni

Alloh Ta’ala berfirman :

(لَّيْسَ الْبِرَّ أَن تُوَلُّواْ وُجُوهَكُمْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ وَلَـكِنَّ الْبِرَّ مَنْ آمَنَ بِاللّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَالْمَلآئِكَةِ وَالْكِتَابِ وَالنَّبِيِّينَ) (البقرة : 177 )

Artinya :

“Kebajikan itu bukanlah kalian menghadapkan wajah-wajah kalian ke arah timur dan ke arah barat, akan tetapi kebajikan adalah orang yang beriman kepada Alloh, hari akhir, malaikat, kitab-kitab dan para nabi ….” (QS. Al-Baqoroh:177)

Dan Rosululloh e bersabda ketika ditanya oleh malaikat Jibril yang datang pada beliau dalam rupa seorang arab yang bertanya kepada beliau tentang Islam, Iman, dan Ihsan :

« أَنْ تُؤْمِنَ بِاللَّهِ وَمَلاَئِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَتُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ ».

Lanjut membaca

Fatwa MUI tentang Syi’ah

FAHAM SYIAH

Majelis Ulama Indonesia dalam Rapat Kerja Nasional bulan Jumadil Akhir 1404 H./Maret 1984 M merekomendasikan tentang faham Syi’ ah sebagai berikut :

Faham Syi’ah sebagai salah satu faham yang terdapat dalam dunia Islam mempunyai perbedaan-perbedaan pokok dengan mazhab Sunni (Ahlus Sunnah Wal Jama’ah) yang dianut oleh Umat Islam Indonesia.

Perbedaan itu di antaranya :

1. Syi’ah menolak hadis yang tidak diriwayatkan oleh Ahlu Bait, sedangkan Ahlu Sunnah wal Jama’ah tidak membeda-bedakan asalkan hadits itu memenuhi syarat ilmu mustalah hadis.

2. Syi’ah memandang “Imam” itu ma ‘sum (orang suci), sedangkan Ahlus Sunnah wal Jama’ah memandangnya sebagai manusia biasa yang tidak luput dari kekhilafan (kesalahan).

Lanjut membaca

Al-Iman menurut Ahlus Sunnah wal Jama’ah (1)

بسم الله الرحمن الرحيم

Al-Iman menurut Ahlus Sunnah wal Jama’ah (1)

Oleh : Ahmad Sobari Asy-Syirbuni

الحمد لله رب العالمين ، والصلاة والسلام على من بعث رحمة للعالمين وعلى آله الطيبين الطاهرين وعلى جميع أصحابه المجاهدين لدفاع الدين ومن اتبعهم بإحسان إلى يوم الدين ، وبعد

Memahami hakekat iman adalah sangatlah penting, karena salah dalam memahaminya maka akan berakibat fatal dalam kehidupan dunia terlebih kehidupan akhirat yang tidak lagi bermanfaat harta dan keturunan kecuali orang yang menghadap Alloh dengan qolbun salim.

Pembahasan ini berkaitan dengan iman, yaitu : pengertian, bertambah dan berkurangnya, serta tingkatan-tingkata ahlul iman. Insya Alloh Ta’ala akan diteruskan materi berikutnya pada pembahasan lanjutan. Mudah-mudahan Alloh Ta’ala senantiasa memberikan taufiq-Nya untuk kita semua dalam ilmu dan amal.

1. Pengertian

Secara bahasa al-iman adalah at-tashdiiq[1] yaitu pembenaran.

Lanjut membaca

Perkataan 4 Imam Madzhab tentang sifat istiwaa’ bagi Alloh Ta’ala

بسم الله الرحمن الرحيم

 

Telah banyak perdebatan tentang sifat-sifat Alloh Ta’ala antara ahlus sunnah dan ahlu hadits dengan ahlul bid’ah dan ahlul filsafat sejak dahulu sampai sekarang, berikut ini saya nukilkan perkataan empat imam madzhab yaitu Al-Imam Abu Hanifah, Al-Imam Malik bin Anas, Al-Imam Asy-Syafi’i, dan Al-Imam Ahmad bin Hambal, tentang masalah sifat-sifat Alloh Ta’ala, khususnya sifat istiwaa’ bagi Alloh Ta’ala. Dan alhamdulillah semua dari mereka telah bersepakat dan satu aqidah dengan menetapkan sifat istiwaa’ dan ‘uluw bagi Alloh sesuai dengan keagungan-Nya Jalla Jalaaluh. Perkataan mereka telah dikumpulkan oleh para ulama diantara mereka adalah Al-Imam Al-Hafidz Syamsuddin Adz-Dzahabi –rohimahulloh- dalam kitab beliau yang sangat berharga yaitu “Al-’Uluw lil ‘Aliyyil Ghoffaar Fi Idhohi Shohihil Akhbar wa Saqiimiha”. Tafadhol disimak.

 

Lanjut membaca

Ucapan Pujian dan Wasiyat Al-Imam Asy-Syafi’i رحمه الله

Ini adalah i’tiqod atau aqidah Al-Imam Asy-Syafi’i رحمه الله yang dikumpulkan dan diriwayatkan oleh Al-Imam Az-Zahid Abul Hasan Ali bin Ahmad bin Yusuf Al-Hakkaari رحمه الله (w. 486 H). Saya menterjemahkannya dari kitab yang ditahqiq oleh Asy-Syaikh DR. Abdulloh bin Sholih Al-Barook. Semoga dapat memberikan pemahaman kepada kita semua tentang aqidah shohihah yang diyakini oleh pendahulu ummat yang sholih.

***

بسم الله الرحمن الرحيم

Telah mengkhabarkan kepada kami Asy Syaikh Al-Faqih, Al Imam Al ‘Amil, Syaikhul Islam, Syamsuddin Abu Abdillah Muhammad bin Asy Syaikh Al-‘Alim Al-‘Amil, ‘Imaduddin Ibrohim bin Abdul Wahid Al-Maqdisi –semoga Alloh menetapkannya- dia berkata : Telah mengkhabarkan kepada kami Asy Syaikh Al-Imam Abul Fatuh Muhammad bin Muhammad Al-Bakri –dibacakan kepadanya dan kami mendengar- , dia berkata : Telah mengkhabarkan kepada kami Asy Syaikh Abu Ishaq Ibrohim bin Muhammad bin Nabhan Al-Ghonawi Ar Roqi –dengan ijazah- dia berkata : Telah mengkhabarkan kepada kami Al-Imam Syaikhul Islam Abu Al-Hasan Ali bin Ahmad bin Yusuf Al-Qurosyi Al-Hakkari –semoga Alloh merahmati beliau- dia berkata :

(1) Ucapan Pujian Asy-Syafi’i رضي الله عنه

Telah berbicara kepada kami Abu Nasr Ahmad bin Mahdi  bin Sulaiman Al-Muqri, telah mengkhabarkan kepada kami Abu Nasr Abdul Wahhab bin Abdulloh Al-Muri di Damaskus dia berkata : Saya membaca pada Al-Husain bin Muhammad bin Al-Ma’mun dan Abu Bakr Al-Humaidi dan Ahmad bin Ali, saya berkata : Telah berbicara kepada kalian Ar-Robi’ bin Sulaiman, dia berkata : Asy-Syafi’i رضي الله عنه berkata dalam risalah mesirnya yang ditujukan kepada Abdurrohman bin Mahdi رحمه الله :

Lanjut membaca

Lakum Dinukum untuk Obama Presiden Amerika

Oleh Hartono Ahmad Jaiz

Secarik kertas berisi tulisan tangan Presiden Amerika Serikat Barack Obama tentang kesan khusus atas kunjungannya ke Masjid Istiqlal diterima oleh Imam Besar Masjid Istiqlal KH Mohammad Ali Mustofa Yakub, Rabu 10 November 2010.

Bagaimanapun, tulisan tangan seorang Presiden Amerika yang dia sendiri mengaku sebagai Kristiani itu walau tampaknya mengajak kepada suatu “kebaikan” namun entah disengaja atau tidak, di dalamnya ada tawaran kemusyrikan. Satu bentuk keyakinan yang sangat dilarang oleh Islam, bahkan puncak kemunkaran.

Hal itu tercermin dalam akhir tulisan tangan Presiden Obama, “… I hope my visits promotes greater understanding between peoples of different countries and different faith for we are all children of God.

Lanjut membaca

Seorang Imam mewasiyatkan untuk menguburkannya di depan qiblat, apakah wasiyatnya harus ditunaikan?

بسم الله الرحمن الرحيم

Seorang Imam mewasiyatkan untuk menguburkannya di depan qiblat, apakah wasiyatnya harus ditunaikan?

Soal:

Seorang Imam Masjid Jami’ berwasiyat sebelum wafatnya jika dia wafat maka dikuburkan di depan qiblat masjid jami’ tersebut, apakah perbuatan ini benar?

Fatwa:

Lanjut membaca