Zakat Al Fithri


بسم الله الرحمن الرحيم

Zakat Al Fithri

Mengapa disebut zakat al fithri?

Sebabnya adalah al fithri yaitu berbuka setelah sebulan shoum di bulan romadhon. [Al Mulakhos Al Fiqhy, Syaikh Sholih Fauzan Al Fauzan I/244]

Dalil wajibnya zakat al fithri

  1. Firman Alloh Ta’ala yang artinya:

    “Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri”. [Al A’laa:14]

    Qotadah, ‘Atho, dan Abul ‘Aliyah mengatakan, ‘Ayat ini turun dalam perkara zakat al fithri’. [Fathul Qodir V/602]

  1. Dari Ibnu Umar –semoga Alloh meridhoinya- dia berkata: ‘Rosululloh صلى الله عليه وسلم mewajibkan zakat al fithri satu sho’ dari kurma, atau satu sho’ dari gandum bagi hamba sahaya dan orang merdeka, laki-laki dan perempuan, kecil dan besar, dan dari seluruh kaum muslimin, beliau memerintahkan untuk membayarnya sebelum manusia keluar untuk sholat (‘ied)’. [HR. Al Bukhori 1432, Muslim 984, At Tirmidzy 676, Ahmad 5339, Ad Darimi 1661, Al Hakim 1494 Dan lain-lain]
  2. Ijma’ seluruh kaum muslimin.

Hikmah disyari’atkannya zakat al fithri

Dari Ibnu Abbas –semoga Alloh meridhoinya- dia berkata, ‘Rosululloh صلى الله عليه وسلم telah mewajibkan zakat al fithri adalah sebagai pensuci orang yang shoum dari laghwun dan rofats, dan member makan orang-orang miskin, barangsiapa yang melaksanakannya sebelum sholat maka itu adalah zakat yang diterima, dan siapa yang melaksanakannya sesudah sholat maka itu adalah sodaqoh dari sodaqoh-sodaqoh biasa’. [HR. Abu Dawud 1609, Ibnu Majah 1827, dan Al Hakim 1488 dia mengatakan, ‘Sohih sesuai syarat al Bukhori dan Muslim’, Adz Dzahabi dalam At Talhis mengatakan, ‘Sesuai dengan syarat Al Bukhori’, dan dihasankan oleh Al Albany dalam Shohih Abu Dawud 1420, dan Shohih Ibnu Majah 1480]

Takaran dan berat zakat al fithri

Menurut ketentuan Rosul صلى الله عليه وسلم dalam riwayat Ibnu Umar di atas adalah takaran zakat al fithri itu satu sho’ dari kurma atau gandum. Dalam berat kilogram beras adalah sekitar tiga kilo gram beras. [Lihat fatwa dari Al Lajnah Ad Daimah no.12572]

Dan boleh juga ditambah dari takaran dan berat tersebut dengan niyat sodaqoh untuk kelebihannya. [Lihat fatwa dari Al Lajnah Ad Daimah no.9386]

Waktu mengeluarkan zakat al fithri

Menurut riwayat Ibnu Abbas diatas bahwa waktu mengeluarkannya adalah sebelum sholat idhul fithri yaitu mulai terbenamnya matahari pada akhir bulan romadhon awal bulan syawal sampai diselenggarakannya sholat idhul fithri, dan boleh mengajukannya satu atau dua hari sebelum idhul fithri sebagaimana riwayat Ibnu Umar dia berkata, ‘Nabi صلى الله عليه وسلم mewajibkan zakat al fithri pada bulan romadhon…. Diakhirnya dia berkata, ‘…. dan mereka membayarnya sebelum idhul fithri sehari atau dua hari’. [HR. Al Bukhori 1440]

Bolehkah zakat al fithri itu diganti dengan uang?

Syaikh Sholih bin Fauzan Al Fauzan mengatakan, ‘Adapun mengeluarkan harga dari zakat al fithri; yaitu membayar dengan dirham, maka hal tersebut menyelisihi sunnah dan tidak akan dibalas dengan pahala, karena tidak pernah dinukil dari Nabi صلى الله عليه وسلم maupun salah seorang sahabat mengeluarkan harga dari zakat al fithri. [Al Mulakhos Al Fiqhy, Syaikh Sholih bin Fauzan Al Fauzan I/246]

Siapakah yang berhak menerima zakat al fithri?

Sebagaimana riwayat Ibnu Abbas di atas bahwa zakat al fithri adalah untuk member makan orang-orang miskin maka zakat ini yang berhak menerima adalah mereka, sehingga mereka tidak meminta-meminta pada hari idhul fithri.

Apakah janin yang di dalam rahim ibu wajib dikeuarkan zakat fithrinya?

Disukai(mustahab) mengeluarkan zakat fithrinya sebagaimana yang dialkukan oleh Utsman bin Affan, dan tidak wajib bagi janin dikeuarkan zakat al fithrinya karena tidak adanya dalil yang mewajibkan perkara tersebut. [Fatawa Al Lajnah Ad Daimah no.1474 dan no.3382]

Bagaimana cara mengeluarkan zakat al fithri?

Anda bisa memberikannya pada mustahiq secara lansung yang ada disekitar tempat tinggal anda. Atau melalui panitia zakat yang anda percayai dapat menunaikan amanah tersebut. Mengenai panitia zakat lihat Fatawa Al Lajnah Ad Daimah no.13231 dan pembolehannya fatwa no.10344.

Bagaimana apabila mustahiq tidak ada di tempat karena alas an tertentu?

Jika mustahiq telah menunjuk seseorang untuk menerima zakatnya maka muzakki boleh memberikan zakatnya pada wakil tersebut. [Fatawa Al Lajnah Ad Daimah no.12657]

Adakah do’a khusus yang diucapkan ketika mengeluarkan zakat al fithri?

Tidak ada do’a khusus yang diucapkan ketika mengeluarkan zakat tersebut. [Fatawa Al Lajnah Ad Daimah no.6505]

Wallohu ‘alam

Karawang, 23 romadhon 1430 H

***

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s