Shoum enam hari bulan syawal


بسم الله الرحمن الرحيم

Shoum Enam Hari Bulan Syawal

عَنْ أَبِى أَيُّوبَ صَاحِبِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ :  مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ بِسِتٍّ مِنْ شَوَّالٍ فَكَأَنَّمَا صَامَ الدَّهْرَ

Artinya:

Dari Abu Ayub salah seorang sahabat Nabi صلى الله عليه وسلم dari Nabi صلى الله عليه وسلم , beliau bersabda: “Barangsiapa yang shoum pada bulan romadhon kemudian meneruskannya dengan shoum enam hari pada bulan syawal maka seakan-akan dia shoum satu tahun penuh”. [HR. Muslim 204-(1164), Abu Dawud (2435) dan Ibnu Majah (1787), dishohihkan oleh Al Albani dalam Shohih Abu Dawud (2125) dan Shohih Ibnu Majah (1393)]

Al Imam An Nawawi rohimahulloh (Syarh Shohih Muslim IV/186) mengatakan, “Dalam hadits ini terdapat indikasi yang jelas untuk Madzhab Asy Syafi’i, Ahmad, Dawud, dan yang bersepakat dengan mereka bahwa dicintainya shoum pada enam hari ini. Malik dan Abu Hanifah mengatkan, “Itu adalah makruh”. Malik berkata dalam Al Muwatho’, “Aku tidak melihat seorangpun dari kalangan ahli ilmu shoum pada hari-hari itu”. Mereka mengatakan, “Dimakruhkan agar tidak disangka bahwa itu adalah wajib”. Dalil Asy Syafi’I dan ulama yang bersepkat dengan beliau adalah hadits yang shohih dan jelas ini, dan jika as sunnah telah tsabit(tetap) maka tidak boleh ditinggalkan karena sebab sebagian manusia atau kebanyakan atau mereka semua meninggalkannya. Perkataan mereka, “Terkadang disangka itu adalah wajib”. Ini bertentangan dengan shoum ‘Arofah dan shoum ‘Asyuro dan shoum-shoum sunnah lainnya.

Para sahabat kami mengatakan, “Yang afdhol adalah shoum enam hari ini berturut-turut setelah hari ‘idhul fithri, dan jika memisahkannya atau mengakhirkannya dari awal-awal bulan syawal maka dia mendapatkan fadhilah mutaaba’ah (baca: meneruskan), karena dia benar telah menuruskan enam hari pada bulan syawal”.

Para ulama mengatakan, “Itu seakan-akan shoum setahun penuh; karena satu kebaikan adalah sepuluh kali lipat, romadhon adalah sepuluh bulan, dan enam hari adalah dua bulan, sungguh ini telah datang dalam hadits marfu’ dalam kitab An Nasa’I”.

Bagaimana jika seseorang mempunyai hutang shoum pada bulan romadhon?

Syaikh Abdul ‘Aziz bin Baz rohimahulloh mengatakan, “Para ulama berbeda pendapat dalam masalah tersebut, yang benar adalah mendahulukan qodho’ dari pada shoum enam hari bulan syawal dan shoum-shoum sunnah lainnya, sebagaimana sabda Nabi صلى الله عليه وسلم : “Barangsiapa yang shoum pada bulan romadhon kemudian meneruskannya dengan shoum enam hari pada bulan syawal maka seakan-akan dia shoum satu tahun penuh”. [HR. Muslim dalam shohihnya], dan barangsiapa yang mendahulukan enam hari bulan syawal maka dia tidak meneruskan romadhon, akan tetapi meneruskan sebagian romadhon, dank arena qodho’ adalah fardhu, sedangkan shoum enam hari syawal adalah sunnah, dan yang fardhu adalah lebih diutamakan untuk diperhatikan dan dijaga, wa billahi taufiq”. [http://www.ibnbaz.org.sa/mat/608]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s