Ungkapan cinta dari Alloh تعالى bagian ke-2


بسم الله الرحمن الرحيم

3. Alloh mencintai orang-orang yang berbuat ihsan


Alloh تعالى berfirman:

{وَأَنْفِقُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ وَأَحْسِنُوا إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ { البقرة : 195

Artinya:

“Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Alloh, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat ihsanlah, karena Sesungguhnya Alloh menyukai orang-orang yang berbuat ihsan”. [Al Baqoroh:195]

Sebelum berlanjut, kita harus memahami apakah ihsan itu?

Ihsan terbagi menjadi dua:

1. Ihsan kepada Alloh, yaitu sebagaimana yang didefinisikan oleh Rosululloh صلى الله عليه وسلم bahwa ihsan adalah:

أن تعبد الله كأنك تراه فإن لم تكن تراه فإنه يراك

Artinya:

“Engkau beribadah kepada Alloh seakan-akan engkau melihat-Nya, dan jika engkau tidak melihat-Nya maka sesungguhnya Dia melihatmu”. [HR. Al Bukhori (50), dan Muslim (8)]

2. Ihsan kepada makhluq, yaitu dengan berbuat baik ketika bergaul dengan mereka. Syaikh Abdurrohman bin Nashir As Sa’diy mengatakan, ‘Masuk kedalam ihsan ini adalah berbuat ihsan dengan kedudukan (yaitu dengan menggunakan kedudukannya untuk kemaslahatan makhluq pent.), dengan memberikan pertolongan-pertolongan, ihsan dalam beramar ma’ruf nahi mungkar, mengajarkan ilmu yang bermanfaat, menunaikan kebutuhan-kebutuhan manusia dengan melapangkan kesempitan-kesempitan mereka dan menghilangkan beban-beban mereka, menengok orang-orang yang sakit diantara mereka, mengantarkan jenazah mereka, memberi petunjuk pada orang-orang yang tersesat diantara mereka, membantu orang yang beramal yang belum baik menjadi lebih baik dalam amalnya, dan lain-lainnya dari setiap ihsan yang diperintahkan oleh Alloh تعالى’. [Taisiiru Kariimirrohman fi Tafsiiri Kalaamil Mannaan, hal.88 Daarus Salaam-Riyadh]

Berkaitan dengan ayat di atas maka Hudzaifah bin Al Yaman رضي الله عنه  menyatakan bahwa ayat tersebut turun dalam masalah shodaqoh. [Shohih Al Bukhori (4516)]

Dalam ayat tersebut kita mengetahui sesungguhnya Alloh تعالى mencintai orang-orang yang berbuat ihsan, dan ini yang menjadi bahasan kita bahwa apabila kita ingin dicintai oleh Alloh maka diantara jalannya adalah dengan ihsan. Baik ihsan dengan makhluq maupun ihsan dengan Alloh تعالى. Dan yang sebenarnya adalah ihsan itu baik dengan Alloh maupun dengan makhluq-Nya tidak bisa terpisahkan karena ihsan kepada makhluq adalah bagian dari ibadah, dan tidak akan diterima ibadah itu kecuali apabila benar-benar berbuat ihsan kepada Alloh تعالى dalam ibadah tersebut.

Asy Syaikh Abu Bakar bin Jabir Al Jazairi mengatakan, ‘Ihsan adalah mengokohkan ketaatan dan menjernihkannya dari kotoran-kotoran syirik, dan juga berbuat kebaikan’. [Aisirut Tafasiir I/89, Maktabah Asy Syamilah]

Ihsan yang ditekankan dalam ayat ini adalah infaq, dan kita jelas membaca perintah Alloh ini. Infaq itu ada yang wajib dan ada yang sunnah. Infaq yang wajib misalnya adalah zakat, nafaqoh keluarga, hutang, kafarat, dan nadzar. sedangkan yang sunnah adalah yang kita kenal dengan shodaqoh. Dan apabila kita meninggalkan perintah infaq ini maka Alloh akan menimpakan kepada kita kebinasaan, sebagaimana firman-Nya:

وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ

Artinya :

“Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan”. [Al Baqoroh:195]

Menurut Al Hasan Al Bashri, kebinasaan itu adalah bakhil. [Tafsir Ibnu Katsir I/322 Daarus Salaam-Riyadh]

Mengapa demikian?

Karena penyakit bakhil ini akan menyebabkan kebinasaan saudara-saudara kaum muslimin yang lain, terutama mereka yang sedang berperang di jalan Alloh. Merekalah yang sangat membutuhkan infaq atau bantuan tersebut. Apabila kaum muslimin yang lain tidak memberikan hartanya untuk perjuangan Islam melalui jihad mereka maka akan lemahlah islam dan kaum muslimin.

Namun secara umum adalah infaq dalam seluruh ketaatan-ketaatan di jalan Alloh تعالى . Baik untuk kaum muslimin yang sedang dalam keadaan kekurangan bahkan kelaparan, atau mereka yang sedang dalam musibah. Atau untuk pembangunan sarana-sarana pendidikan kaum muslimin baik berupa masjid, madrasah, atau pesantren-pesantren, atau yang lainnya. Wallohu a’lam.

Bersambung …

6 thoughts on “Ungkapan cinta dari Alloh تعالى bagian ke-2

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s