Shoum ‘Asyuro


بسم الله الرحمن الرحيم

SHOUM BULAN MUHARROM DAN LEBIH DITEKANKAN LAGI TANGGAL 9 DAN 10 (‘ASYURO)

Pada bulan Muharrom ini disunnahkan banyak melakukan shoum, berdasarkan hadits Abu Huroiroh رضي الله عنه bahwa Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda :

أفضل الصيام بعد رمضان شهر الله المحرم، وأفضل الصلاة بعد الفريضة صلاة الليل.

Artinya:

“Shiyaam yang paling afdhol setelah bulan romadhon adalah (shoum) bulan Alloh yaitu Muharrom, dan sholat yang paling afdhol setelah sholat fardhu adalah sholat malam”. [1]

Dan lebih ditekankan lagi kesunnahannya shoum pada tanggal 10 bulan muharrom (‘asyuro), dari Abu Qotadah bahwa Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda :

صيام عاشوراء، أحتسب على الله أن يكفر السنة التي قبله.

Artinya:

“Shiyaam ‘asyuro, aku berharap pada Alloh akan menghapuskan (dosa-dosa/kesalahan) satu tahun yang lalu”. [2]

Ibnu Abbas رضي الله عنه ditanya tentang shiyaam hari ‘asyuro? Maka beliau menjawab, ‘Aku tidak mengetahui bahwa Rosululloh صلى الله عليه وسلم shoum seharipun yang beliau mencari keutamaannya di atas hari-hari yang lain, dan tidak pula bulan-bulan yang lain kecuali bulan ini yaitu bulan romadhon’.

Disunnahkan untuk shoum pada hari sebelumnya yaitu tanggal 9 muharrom, berdasarkan hadits Ibnu ‘Abbas رضي الله عنه beliau berkata, ‘Ketika Rosululloh صلى الله عليه وسلم shoum ‘asyuro, dan memerintahkan untuk melakukan shoum pada hari itu, mereka berkata, ‘Wahai Rosululloh, sesungguhnya itu adalah hari yang diagunggkan oleh Yahudi dan Nasroni’, maka Rosululloh صلى الله عليه وسلم bersabda:

إن كان عام المقبل –إن شاء الله- صمنا اليوم التاسع

Artinya:

“Jika (aku menemui) tahun yang akan datang –insya Alloh- kami akan shoum hari tanggal sembilan”.

Dia berkata, ‘Tahun yang akan datang belum kunjung datang sampai Rosululloh صلى الله عليه وسلم wafat”. [4]

Yang berpendapat dicintainya menjamak antara tanggal 9 dan tanggal 10 bulan muharrom, (adalah): Malik, Asy Syafi’i dan Ahmad agar tidak menyerupai Yahudi yang menetapkan tanggal 10′. [5]

Peringatan:

Sebagian ulama berpendapat disunnahkannya shoum tanggal 11 bersamaan dengan tanggal 9 dan 10 dengan berdalil hadits dari Ibnu Abbas رضي الله عنه bahwa Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda:

صوموا يوم عاشوراء وخالف اليهود، صوموا قبله يوما وبعده يوما

Artinya:

“Shoumlan pada hari ke sepuluh, menyelisihi Yahudi, dan shoumlah sebelumnya satu hari dan setelahnya satu hari’. [6]

Akan tetapi hadits ini dho’if jiddan sehingga ini bukanlah hujjah disunnahkannya shoum pada tanggal 11, maka hati-hatilah. Wallohu a’lam.

Catatan kaki:

[1] Shohih, dikeluarkan oleh Muslim (1163), An Nasa’i di dalam “Al Kubro” (2905), dan Ibnu Majah (1742).

[2] Shohih, dikeluarkan oleh Muslim (1162).

[3] Shohih, dikeluarkan oleh Al Bukhori (2006), dan Muslim (1132).

[4] Shohih, dikeluarkan oleh Muslim (1134).

[5] “Syarh Az Zarqoni” (2/237), dan “Al Majmu'” (6/383).

[6] Dho’if jiddan : dikeluarkan oleh Ahmad (2418), Al Humaidi (485), Ibnu Majah (2090) dan lain-lainnya.

Sumber : Shohih Fiqhis Sunnah (2/135), Abu Malik Kamal Bin As Sayid Salim – Al Maktabah At Taufiqiyah.

5 thoughts on “Shoum ‘Asyuro

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s