Siapakah Wali Alloh تعالى itu?


bismillah

Ungkapan cinta dari Alloh تعالى bagian (3)

Siapakah Wali Alloh تعالى itu?

Alloh تعالى berfirman :

أَلَا إِنَّ أَوْلِيَاءَ اللَّهِ لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ (62) الَّذِينَ آَمَنُوا وَكَانُوا يَتَّقُونَ (63) لَهُمُ الْبُشْرَى فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآَخِرَةِ لَا تَبْدِيلَ لِكَلِمَاتِ اللَّهِ ذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

Artinya:

“Ingatlah, Sesungguhnya wali-wali Alloh itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.(yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa. Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan (dalam kehidupan} di akhirat. tidak ada perobahan bagi kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. yang demikian itu adalah kemenangan yang besar”.

(QS. Yunus:62-64)

Makna wali secara bahasa :

  1. Dekat (Mukhtarush Shihah 1/348)
  2. Penolong (Lisanul ‘Arob 15/405)

Sedangkan secara istilah wali Alloh adalah inti dari orang-orang yang beriman yang senantiasa mendekatkan diri kepada Alloh سبحانه وتعالى dengan ketaatan pada-Nya dan menjauhi segala maksiyat. (Lihat Fathul Qodir 3/393)

Pengertian secara istilah ini sebagaimana yang dijelaskan oleh Alloh تعالى sendiri dalam ayat di atas (QS. Yunus:62). Juga sebagaimana yang dijelaskan dalam hadits qudsi :

من عادى لى وَلِيًّا فقد آذَنْتُهُ بالحرب وما تقرب إلىَّ عبدى بشىء أحب إلى مما افترضت عليه وما يزال عبدى يتقرب إلىَّ بالنوافل حتى أحبه فإذا أحببته كنت سمعه الذى يسمع به وبصره الذى يُبصر به ويده التى يبطش بها ورجله التى يمشى بها وإن سألنى لأعطينه وإن استعاذنى لأعيذنه

Artinya:

“Barangsiapa yang memusuhi wali-Ku maka sungguh Aku telah mengumumkan perang dengannya, tidak ada sesuatu yang lebih Aku cintai dari pada hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan melakukan sesuatu yang telah Aku fardukan padanya, dan senantiasa hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan melakukan (ibadah) nafilah sampai aku mencintainya, jika Aku telah mencintainya maka Aku adalah pendengarannya yang dia mendengar dengannya, Aku adalah penglihatannya yang dia melihat dengannya, Aku adalah tangannya yang dia berbuat dengannya, dan Aku adalah kakinya yang dia melangkah dengannya, jika dia meminta kepada-Ku maka niscaya Aku akan memberikannya, dan jika dia meminta perlindungan kepada-Ku maka niscaya Aku akan melindunginya”. [HR. Al Bukhori 6137, Ibnu Hibban 347, Al Baihaqi 20769, dan Abu Nu’aim dalam Al Hilyah I/4. (Jami’ul Ahadits 8/82)

Wali Alloh تعالى yang paling utama (afdhol)

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah –rohimahulloh- mengatakan, ‘Wali-wali Alloh yang paling utama adalah nabi-nabi-Nya, dan para nabi yang paling utama adalah para rosul, diantara mereka ada para rosul yang paling utama yaitu ulul azmi; Nuh, Ibrohim, Musa, Isa, dan Muhammad صلى الله عليه وسلم .

Alloh تعالى berfirman:

شَرَعَ لَكُمْ مِنَ الدِّينِ مَا وَصَّى بِهِ نُوحًا وَالَّذِي أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ وَمَا وَصَّيْنَا بِهِ إِبْرَاهِيمَ وَمُوسَى وَعِيسَى أَنْ أَقِيمُوا الدِّينَ وَلَا تَتَفَرَّقُوا فِيه

Artinya:

“Dia telah mensyari’atkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa Yaitu: Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya”. (QS. Asy Syuro:13)

Alloh تعالى juga berfirman:

وَإِذْ أَخَذْنَا مِنَ النَّبِيِّينَ مِيثَاقَهُمْ وَمِنْكَ وَمِنْ نُوحٍ وَإِبْرَاهِيمَ وَمُوسَى وَعِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ وَأَخَذْنَا مِنْهُمْ مِيثَاقًا غَلِيظًا

Artinya:

“Dan (ingatlah) ketika Kami mengambil Perjanjian dari nabi-nabi dan dari kamu (sendiri) dari Nuh, Ibrahim, Musa dan Isa putra Maryam, dan Kami telah mengambil dari mereka Perjanjian yang teguh”. (QS. Al Ahzab:7) (Auliyaur Rohman wa Auliyausy Syaithon 1/10)

Sedangkan ulul azmi yang paling utama Rosululloh Muhammad صلى الله عليه وسلم yang mempunyai keutamaan yang sangat banyak, dan terutama adalah beliau عليه السلام adalah yang memberikan asy syafa’at al ‘udzmaa (syafaat yang paling agung) pada hari qiyamat yang tidak satu orangpun yang diizinkan oleh Alloh تعالى untuk memberikan syafa’at kecuali beliau صلى الله عليه وسلم .

Jalan untuk menjadi wali Alloh تعالى

Alloh تعالى berfirman:

قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ (31) قُلْ أَطِيعُوا اللَّهَ وَالرَّسُولَ فَإِنْ تَوَلَّوْا فَإِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْكَافِرِينَ

Artinya:

Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Alloh, ikutilah Aku, niscaya Alloh mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Alloh Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Katakanlah: “Ta’atilah Alloh dan Rasul-Nya; jika kamu berpaling, Maka Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir”.

(QS.Ali Imron:31-32)

Di dalam ayat ke-31 di atas syarat agar mendapat cinta dari Alloh تعالى adalah mengikuti Rosululloh صلى الله عليه وسلم , sehingga tidak ada jalan lain dalam menggapai derajat kewalian berupa dekat dan cinta dari Alloh kecuali melalui jalan ini, yaitu ittibaa’ ar rosuul (mengikuti rosululloh صلى الله عليه وسلم).

Sedangkan berpaling atau tidak ta’at pada Alloh dan Rosul-Nya akan menyebabkan kekafiran sebagaimana ditegaskan oleh Alloh dalam ayat berikutnya. Maka tidak ada derajat kewalian apabila keluar dari syari’at yang dibawa oleh Rosululloh صلى الله عليه وسلم.

Wallohu ‘alam.

Keterangan : Kitab-kitab rujukan adalah diambil dari software Maktabah Syamilah.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s