Berhukum dengan selain syari’at Alloh تعالى


Berhukum dengan selain syari’at Alloh تعالى

Soal:
Kebanyakan dari kaum muslimin memudah-mudahkan dalam berhukum dengan selain syari’at Allohتعالى , sebagian mereka berkeyakinan bahwa memudah-mudahkan itu tidak berpengaruh dalam keteguhannya memeluk Islam, sebagian lain menghalalkan berhukum dengan selain syari’at yang diturunkan oleh Alloh dan tidak mengindahkan konsekwensinya, jadi manakah yang benar?

Fatwa:
Dalam hal ini ada perincian, orang yang berhukum dengan selain apa yang diturunkan oleh Alloh تعالى, sedangkan dia mengetahui wajibnya berhukum dengan apa yang diturunkan oleh Alloh تعالى, kemudian menyelisihi syari’at akan tetapi dia membolehkannya dan berpendapat bahwa hal ini tidak apa-apa, dan boleh baginya untuk berhukum dengan selain syari’at Alloh تعالى maka dia adalah kafir kufur akbar menurut pendapat seluruh ulama, seperti berhukum dengan undang-undang buatan manusia yang telah dibuat oleh para pembesar Nashoro atau Yahudi atau yang lainnya dari kalangan yang mengklaim bolehnya berhukum dengannya atau mengklaim bahwa undang-undang itu lebih baik atau sama dengan hukum Alloh تعالى, dan manusia boleh memilih jika dia mau maka berhukum dengan Al Qur’an dan As Sunnah, dan jika mau maka berhukum dengan undang-undang buatan manusia. Barang siapa yang berkeyakinan seperti ini maka dia telah kafir menurut ijma’ ulama terdahulu.

Adapun orang yang berhukum dengan selain apa yang telah diturunkan oleh Alloh تعالى karena hawa nafsu atau ingin segera mendapatkan hasil (duniawi) sedangkan dia mengetahui bahwa dia telah bermaksiyat pada Alloh تعالى dan rosul-Nya, dan telah mengerjakan kemungkaran yang besar, serta wajib baginya untuk berhukum dengan syari’at Alloh تعالى maka orang ini tidak menjadi kafir dengan kufur akbar dengan sebab perbuatannya itu, akan tetapi dia telah melakukan kemungkaran yang besar, maksiyat yang besar, dan kufur kecil sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Abbas, Mujahid, dan lain-lain dari kalangan ahli ilmu. Sungguh dia telah melakukan kufrun duuna kufrin, dzulmun duuna dzulmin, fisqun duuna fisqin, dan bukan kufur akbar, dan inilah pendapat ahlus sunnah wal jama’ah. Sungguh Alloh تعالى berfirman:

وَأَنِ احْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّه

Artinya:
Dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allooh. [Al Maaidah:49]

Dan firman-Nya  :

وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأُولَئِكَ هُمُ الْكَافِرُونَ

Artinya:
Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allooh, Maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir. [Al Maaidah:44]

وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأُولَئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ

Artinya:
Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allooh, Maka mereka itu adalah orang-orang yang dzolim. [Al Maaidah:45]

وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأُولَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُون

Artinya:
Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, Maka mereka itu adalah orang-orang yang fasik. [Al Maaidah:47]

Dan Allooh تعالى juga berfirman:

فَلَا وَرَبِّكَ لَا يُؤْمِنُونَ حَتَّى يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لَا يَجِدُوا فِي أَنْفُسِهِمْ حَرَجًا مِمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا تَسْلِيمًا


Artinya:
Maka demi Robbmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya. [An Nisaa:65]

Dan firman-Nya :

أَفَحُكْمَ الْجَاهِلِيَّةِ يَبْغُونَ وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ اللَّهِ حُكْمًا لِقَوْمٍ يُوقِنُونَ

Artinya:
Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allooh bagi orang-orang yang yakin ? [Al Maaidah:50]

Maka hukum Alloh تعالى adalah hukum yang terbaik jadi wajib untuk mengikutinya karena dengannya akan terwujud kebaikan ummat dan kebahagiaan mereka baik sekarang atau akan datang serta kebaikan alam seluruhnya, akan tetapi kebanyakan makhluk melalaikannya.

Hanya kepada Alloh تعالى kita meminta pertolongan, tidak ada daya dan kekuatan kecuali berasal dari Yang Maha Tinggi dan Yang Maha Agung.

[Majmu’ Fataawa wa Maqoolaatun Mutanawwi’ah Ta’lif: Asy Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdullooh bin ‘Abdurrohman bin Baz V/355-356 Maktabah Ash Shohaabah-Jeddah Asy Syarqiyyah KSA, Penterjemah: Ahmad Sobari Asy Syirbuniy]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s