Sahkah sholat dengan pakaian panjang melebihi mata kaki (musbil)?


بسم الله الرحمن الرحيم

Sahkah sholat dengan pakaian panjang melebihi mata kaki (musbil)?

Soal:

Jika pakaian atau celana panjang itu sampai menutupi kedua mata kaki maka sahkah sholatnya?

Fatwa:

Jika celana panjang itu menjulur hingga menutupi kedua mata kaki maka hal ini adalah haram sebagaimana sabda nabi صلى الله عليه وسلم:

مَا أَسْفَلَ مِنَ الْكَعْبَيْنِ مِنَ الإِزَارِ فَفِيْ النَّارِ

Artinya:

“Sarung yang berada di bawah kedua mata kaki adalah di neraka”. ( HR. Al Bukhori (5887) dari Abu Huroiroh رضي الله عنه.)

Apa yang disabdakan oleh nabi صلى الله عليه وسلم berupa sarung maka hukumnya sama untuk yang lainnya.

Dengan demikian maka wajib bagi manusia untuk mengangkat celananya dan pakaian lainnya yang ada di bawah kedua mata kaki, jika dia sholat dengan menjulurkannya di bawah mata kaki maka ahli ilmu berselisih tentang sahnya sholat. Diantara mereka berpendapat bahwa sholatnya itu sah karena dia telah menunaikan kewajiban yaitu menutup aurot, diantara mereka juga berpendapat bahwa sholatnya tidak sah karena dia menutup aurotnya dengan baju yang diharamkan dan mereka ini menjadikan termasuk syarat bahwa pakaian yang menutup aurot itu adalah mubah. Jadi manusia berada dalam bahaya jika dia sholat dengan menggunakan pakaian yang musbil, untuk itu bertaqwalah pada Allooh ‘Azza wa Jalla agar mengangkat pakaiannya sampai dengan di atas kedua mata kaki.

[Fatawa Asy Syaikh Muhammad Ash Sholih Al ‘Utsaimiin I/414, Cetakan: I Daarul ‘Alamil Kutub, Riyad KSA, Penterjemah: Ahmad Sobari Asy Syirbuniy]

28 thoughts on “Sahkah sholat dengan pakaian panjang melebihi mata kaki (musbil)?

  1. Assalamu’alaikum,
    Abu Khodijah….hadist ini untuk umat Islam semua ya ? Apakah hanya utk laki laki saja ?
    Kalo utk semua org Islam..lha yg perempuan masak sholatnya harus nampak betisnya…
    Kalo utk laki laki saja…wah berarti yg perempuan kalo sholat masuk neraka semua dong ?

    Apakah masuk rukun sholat bahwa sarung harus di atas mata kaki ? Apakah jika sarung di bawah mata kaki menguragi rukun sholat ?

    Saya kurang spendapat dengan artikel yg anda posting ini…beda pendapat gak papa khan ???

    Salam

    • Wa ‘alaikumussalam warohmatullohi wa barokaatuh.

      Ahlan wa sahlan ya akhi…
      Hadits tentang isbal (pakaian melebihi mata kaki) memang khusus untuk kaum laki-laki, sedangkan perempuan maka Rosululloh صلى الله عليه وسلم menjelaskan berbeda ketika ditanya oleh Ummu Salamah رضي الله عنها :
      فَكَيْفَ تَصْنَعُ النِّسَاءُ بذُيُولِهِنَّ ؟
      “Bagaimana yang dilakukan oleh wanita dengan ujung-ujung pakaian mereka (yang menyentuh tanah)?”
      Beliau menjawab :
      يُرْخِينَ شِبْراً
      “Mereka (boleh) memanjangkan satu jengkal”.
      Ummu Salamah berkata:
      إِذَاً تَنْكَشِفُ أقْدَامُهُنَّ
      “Jadi akan tersingkap telapak kaki-telapak kaki mereka”
      Beliau bersabda :
      فَيرخِينَهُ ذِرَاعاً لاَ يَزِدْنَ
      “Mereka (boleh) memanjangkannya satu hasta dan jangan lebih”.
      (HR. Abu Dawud dan At Tirmidzi, beliau mengatakan: Hadits hasan shohih)
      Hadits ini dibawakan oleh Imam Nawawi dalam Riyadus Solihin, Kitabul Libas yang menerangkan tentang masalah ini.

      Berkaitan dengan sah dan tidaknya sholat laki-laki yang memakai pakaian musbil maka dari fatwa di atas telah jelas bahwa para ulama berbeda pendapat antara yang menyatakan sah dan ada yang menyatakan tidak sah. Hal ini berkaitan dengan perbedaan mereka tentang memakai pakaian yang harom sehingga berpengaruh terhadap sah dan tidaknya sholatnya. Namun untuk lebih berhati-hati maka hendaklah kita memperhatikan pakaian kita sehingga tidak isbal. Jangan sampai kita melakukan dosa ketika beribadah pada Alloh Ta’ala. Mudah-mudahan Alloh Ta’ala menerima sholat kita.

      Masalah berbeda pendapat itu tidak mengapa apabila kita berpijak pada dalil-dalil yang shohih. Dan tidak hanya berdasarkan pendapat pribadi yang tidak berpijak di atas ilmu. Semoga Alloh تعالى senantiasa membukakan pintu ilmu dan pemahaman kepada kita semua.

      Terimakasih telah berkunjung dan berdiskusi.

  2. Ass. Wr. Wb.
    Saya kok kurang sepakat ya, shalat itu bukan cuma berdiri, bisa duduk/bisa jg tidur bg yg tdk sanggup berdiri. Yg utama adalah menutup aurat, gak bisa ditawar2 lg tuh. Lagian kan yg haram jelas, yg halal juga jelas, so gak usah melebar lagi deh, wassalam.

    • Wa ‘alaikumussalam,
      Silahkan sepakat dan silahkan tidak sepakat, akan tetapi bagi muslim yang baik adalah dia ingin ibadahnya lebih baik dan terus meningkat, bukan hanya sebatas pada pengetahuan yang baru sedikit. Akan tetapi terus belajar dan menuntut ilmu. Dan apabila apabila kita terus mengkaji maka mungkin banyak hal harus kita koreksi selama ini. Fatwa di atas adalah fatwa ulama ahli fiqih yang mengetahui fiqih dari berbagai sisinya. Tentu bagi kita yang baru mendapatkan maka menjadi terheran-heran akan tetapi bagi yang belajar dan mendalami maka akan semakin memahami. Semoga Alloh menambahkan ilmu dan pemahaman kita semua.

      • mav sebelumnya bukan membela ustadz,
        setiap org boleh mengutarakan ilmunya bagi antum yg mgkn beda pandangan kalo gak mau koment ya gak usah dibuka blog ini,
        secara ustadz juga tdk asal mengutarakan ilmunya tapi lengkap dg dalil2nya antum bs periksa ato crosceck gak perlu dibuat repot.
        thanx

  3. Assalamuaialum Wr. Wb.
    Sebenarnya celana dibawah mata kaki itu lebih ditekankan untuk sholat apa pakaian sehari-hari ya. Memang celana diatas mata kaki lebih terjamin tidak kena najis dibandin celana dibawah mata kaki..
    Wassalam Wr Wb

  4. saya setuju,,emang bener tu mbak,,,di mesjid tempat saya kalo laki laki sholat banyak pake jeans ketat kadang yang jeans jubrai (lebar kaki)dengan memasukkan baju kedalam,dari sini aja udah gak sah sholatnya,,soalnya auratnya gak ke tutup karena bentuk badan menonjol karena kain yang ketat,plus kaki celana menjulur melebihi mata kaki,,,kalo berjalan gayanya penuh angkuh….,,,mereka kira mungkin ”yang penting udah sholat udah dapat pahala”.dan fakta mereka emang gak mau belajar dan mau tahu tentang islam. Orng orang munafik saya bilang.

  5. Akan tetapi saya pernah membaca ketika Abu Bakar menanyakan perihal dirinya memakai pakaian melebihi mata kaki ketika Sholat,akan tetapi oleh Rosul diperbolehkan .Lalu mana yang lebih benar?

    • Abu Bakar telah diberikan rekomendasi oleh Beliau عليه الصلاة والسلام bahwa beliau bukanlah orang-orang yang sombong. Sekarang siapakah diri kita yang mendaptkan rekomendasi ini? Terlebih Beliau عليه الصلاة والسلام berbeda sikapnya terhadap sahabat yang lainnya dalam masalah ini, lihat hadits-hadits dalam masalah ini seluruhnya, misal dalam Riyadush Sholihiin di Kitabul Libaas.

    • Perkara seseorang itu masuk neraka atau tidak adalah Alloh Ta’ala yang menentukan, sedangkan kita adalah berkewajiban untuk menghindari segala hal yang dapat menyebabkan seseorang masuk neraka. Dan setandar kebenaran itu bukanlah pendapat atau perbuatan seseorang baik dia itu gusdur, gusmus, atau quraisy shihab atau yang lainnya. Tapi kebenaran itu dari Alloh dan Rosul-Nya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s