Romadhon bulan kedermawanan


بسم الله الرحمن الرحيم

Romadhon bulan kedermawanan

عن ابن عباس قال : كان رسول الله صلى الله عليه و سلم أجود الناس وكان أجود ما يكون في رمضان حين يلقاه جبريل وكان يلقاه في كل ليلة من رمضان فيدارسه القرآن فلرسول الله صلى الله عليه و سلم أجود بالخير من الريح المرسلة .

Artinya:

“Dari Ibnu ‘Abbas –rodhiyallohu ‘anhu- dia berkata : Rosululloh صلى الله عليه وسلم adalah manusia yang paling dermawan, dan beliau paling derma adalah dalam bulan romadhon ketika Jibril menemuinya, jibril menemuinya setiap malam bulan romadhon kemudian mengajarkannya Al Qur’an. Rosululloh صلى الله عليه وسلم lebih derma terhadap kebajikan daripada angin yang berhembus”. [HR. Al Bukhori (6, 1902, 3220, 3554, 4997), Muslim (2308), An Nasa’i (2094), Ahmad (2616), Al Baihaqi (8298-Sunan Al Kubro)]

Hadits di atas adalah menceritakan akan sifat Rosululloh صلى الله عليه وسلم yang sangat mulia, sepatutnyalah setiap muslim menjadikan beliau sebagai suri tauladan. Sebagaimana Alloh Ta’ala telah memuji beliau dalam Al Qur’an dengan kemuliaan akhlaq dan menyatakan untuk kita bahwa beliau adalah suri taulana yang baik, Alloh Ta’ala berfirman :

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآَخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

Artinya :

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasululloh itu suri tauladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Alloh dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Alloh”. [Al Ahzaab:21]

Dermawan adalah sifat yang disukai dan mendatangkan banyak simpati manusia, inilah diantara pesona dan keindahan akhlaq Rosul صلى الله عليه وسلم , bahkan kedermawanan beliau disifati lebih dari angin yang berhembus, kita tentu merasakan dan bisa membayangkan bahwa angin yang berhembus itu tidak pernah berhenti, berarti kedermawanan beliau juga terus-menerus berhembus mendatangkan kesejukkan bagi setiap orang yang bergaul dengan beliau.

Ibnu Hibban meriwayatkan dari Anas bin Malik yang menceritakan bahwa seorang arab baduwi meminta kepada Nabi صلى الله عليه وسلم , maka beliau memerintahkan untuk memberikannya seekor kambing –Ibnu ‘Aisyah menyebutkan banyaknya- , kemudian arab baduwi tersebut mendatangi kaumnya seraya berkata, ‘Wahai kaumku, masuk islamlah kalian karena sesungguhkan Muhammad memberi seperti orang yang tidak takut menjadi faqir’. [HR. Ibnu Hibban (4502-Tartib Ibnu Balban, Tahqiq: Syu’aib Al Arnaut, dan beliau mengatakan, ‘Insnadnya shohih)]

Inilah pesona akhlaq kenabian yang menarik manusia untuk beriman, duhai andaikan setiap muslim berhias dengan akhlaq ini sungguh Islam tidak akan mempunyai gambaran seperti sekarang ini. Terlebih pada bulan romadhon, bulan diturunkannya Al Qur’an, maka beliau عليه الصلاة والسلام lebih dermawan dibandingkan dengan bulan-bulan yang lain.

Di dalam Al Qur’an Alloh Ta’ala menyebutkan diantara sifat-sifat orang-orang yang bertaqwa adalah berinfaq atau derma pada setiap keadaan.

Alloh Ta’ala berfirman :

الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

Artinya:

“(Yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema’afkan (kesalahan) orang. Alloh menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan”. [Ali ‘Imron:134]

Sebagian orang memfokuskan apabila berbicara infaq, shodaqoh atau derma adalah untuk orang-orang kaya saja, ini sebenarnya adalah sebuah kekeliruan. Karena shodaqoh atau infaq itu bersifat luas dan tidak dibatasi dengan nilai tertentu. Berbeda dengan zakat yang ditentukan nishob serta peruntukkannya. Maka dengan ayat ini jelaslah bagi kita bahwa semua orang mempunyai kesempatan yang sama untuk meraih dan bersifat seperti yang ada dalam ayat ini.

Ayat di atas juga sama dengan firman Alloh Ta’ala:

الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ سِرًّا وَعَلانِيَةً

Artinya:

“Orang-orang yang menafkahkan hartanya di malam dan di siang hari secara tersembunyi dan terang-terangan”. [Al Baqoroh:274]

Maknanya adalah bahwa mereka tidak disibukkan oleh satu perkarapun daripada taat pada Alloh Ta’ala, berinfaq di jalan yang diridhoi-Nya, dan berbuat baik dengan berbagai macam kebajikan kepada makhluq-Nya baik kerabat mereka maupun selain kerabat mereka. [Tafsir Ibnu Katsir II/119-Tahqiq: Sami bin Muhammad Salamah, Daarut Thoyibah]

Dan infaq, shodaqoh, atau derma pada bulan romadhon ini tentu berbeda nilainya dengan bulan-bulan yang lain karena keutamaan zaman atau waktu yang dibedakan oleh Alloh Ta’ala. Karena diantara sebab Alloh Ta’ala melipatgandakan pahala pada suatu amal adalah syarofuz zaman yaitu kemuliaan zaman atau waktu.

Alloh Ta’ala telah memilihkan untuk makhluq-Nya beberapa waktu atau zaman yang diutamakan sebagai rohmat atau kasih sayang Alloh Ta’ala pada makhluqnya. Ibnu Qoyim –rohimahulloh- menerangkan tentang Alloh Ta’ala memilihkan untuk makhluq-Nya sesuatu baik tempat, waktu, atau diantara makluq-Nya yang lain dengan keutamaan dan keistimewaan, ‘Jika kamu memperhatikan keadaan-keadaan makhluq, maka kamu melihat pilihan dan pengkhususan di dalamnya menunjukkan rububiyah dan kewahdaniyatan-Nya Ta’ala, kesempurnaan hikmah, ilmu dan kekuasaan-Nya. Bahwa Alloh yang tidak ada yang berhak diibadahi kecuali Dia, tidak ada sekutu bagi-Nya yang mencipta seperti ciptaan-Nya, memilih seperti pilahan-Nya, mengatur seperti pengaturan-Nya, maka pilihan, pengaturan, dan pengkhusuan-Nya yang terlihat pengaruhnya di alam semesta ini adalah termasuk tanda-tanda rububiyah-Nya yang paling agung, bukti-bukti ke-esaan-Nya yang terbesar, sifat-sifat kesempurnaan-Nya, dan kebenaran rosul-rosul-Nya, maka kami menunjukkan sebagiannya yang mudah agar menjadi peringatan untuk yang ada disebaliknya, dan penunjuk pada yang selainnya. [Zaadul Ma’ad I/42-Muassasah Ar Risalah]

Beliau juga mengatakan, ‘Dan diantara pilihan-Nya adalah pengutamaan sebagaian hari-hari dan bulan-bulan atas sebagian yang alainnya’. [Zaadul Ma’ad I/54-Muassasah Ar Risalah]

Di sisi yang lain shodaqoh, infaq, atau derma adalah termasuk amal yang pengaruhnya tampak dan dirasakan oleh orang lain. Yang ini juga adalah termasuk sebab dilipatgandakannya pahala suatu amal. Semakin banyak orang yang mengambil manfa’at dari derma atau shodaqoh dan infaq kita maka akan semakin berlipatganda pahala yang telah disiapkan oleh Alloh Ta’ala. Dan semakin lama pengaruhnya maka semakin banyak pula yang disediakan oleh Alloh Ta’ala. Sehingga kita juga mengenal istilah shodaqoh jariyah, yaitu shodaqoh yang pahalanya senantiasa mengalir walaupun orang yang bershodaqoh itu telah tiada. Maka mari kita memperbanyak derma atau shodaqoh dan infaq pada bulan penuh barokah ini.

Wallohu a’lam.

Karawang, Jum’at pagi 10 romadhon 1431 H

Abu Shiddiiq Ahmad Sobari Asy Syirbuny

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s