Ucapan Pujian dan Wasiyat Al-Imam Asy-Syafi’i رحمه الله


Ini adalah i’tiqod atau aqidah Al-Imam Asy-Syafi’i رحمه الله yang dikumpulkan dan diriwayatkan oleh Al-Imam Az-Zahid Abul Hasan Ali bin Ahmad bin Yusuf Al-Hakkaari رحمه الله (w. 486 H). Saya menterjemahkannya dari kitab yang ditahqiq oleh Asy-Syaikh DR. Abdulloh bin Sholih Al-Barook. Semoga dapat memberikan pemahaman kepada kita semua tentang aqidah shohihah yang diyakini oleh pendahulu ummat yang sholih.

***

بسم الله الرحمن الرحيم

Telah mengkhabarkan kepada kami Asy Syaikh Al-Faqih, Al Imam Al ‘Amil, Syaikhul Islam, Syamsuddin Abu Abdillah Muhammad bin Asy Syaikh Al-‘Alim Al-‘Amil, ‘Imaduddin Ibrohim bin Abdul Wahid Al-Maqdisi –semoga Alloh menetapkannya- dia berkata : Telah mengkhabarkan kepada kami Asy Syaikh Al-Imam Abul Fatuh Muhammad bin Muhammad Al-Bakri –dibacakan kepadanya dan kami mendengar- , dia berkata : Telah mengkhabarkan kepada kami Asy Syaikh Abu Ishaq Ibrohim bin Muhammad bin Nabhan Al-Ghonawi Ar Roqi –dengan ijazah- dia berkata : Telah mengkhabarkan kepada kami Al-Imam Syaikhul Islam Abu Al-Hasan Ali bin Ahmad bin Yusuf Al-Qurosyi Al-Hakkari –semoga Alloh merahmati beliau- dia berkata :

(1) Ucapan Pujian Asy-Syafi’i رضي الله عنه

Telah berbicara kepada kami Abu Nasr Ahmad bin Mahdi  bin Sulaiman Al-Muqri, telah mengkhabarkan kepada kami Abu Nasr Abdul Wahhab bin Abdulloh Al-Muri di Damaskus dia berkata : Saya membaca pada Al-Husain bin Muhammad bin Al-Ma’mun dan Abu Bakr Al-Humaidi dan Ahmad bin Ali, saya berkata : Telah berbicara kepada kalian Ar-Robi’ bin Sulaiman, dia berkata : Asy-Syafi’i رضي الله عنه berkata dalam risalah mesirnya yang ditujukan kepada Abdurrohman bin Mahdi رحمه الله :

Segala puji bagi Alloh yang tidak akan tertunaikan syukur salahsatu nikmat dari nikmat-nikmat-Nya  kecuali dengan nikmat dari-Nya, yang akan melahirkan bagi orang yang menunaikan nikmat-nikmat-Nya yang lalu dengan adab-adabnya nikmat yang baru untuknya yang wajib baginya untuk mensyukurinya dengan adab-adabnya; tidak akan sampai orang-orang yang mensifati-Nya pada hakekat keagungan-Nya, sebagaimana apa yang Dia sifati untuk diri-Nya dan di atas apa yang makhluq-Nya mensifati-Nya, saya memuji-Nya dengan pujian yang semestinya untuk kemuliaan wajah dan keagungan-Nya, saya meminta pertolongan kepada-Nya dengan pertolongan orang yang tidak ada daya dan kekuatan baginya kecuali dari-Nya, saya meminta petunjuk-Nya dengan petunjuk-Nya  yang tidak akan tersesat orang yang diberi nikmat dengan petunjuk tersebut padanya, saya memohon ampunan-Nya untuk apa yang telah saya lakukan dan apa yang belum saya lakukan sebagaimana permohonan ampun orang yang menetapkan ubudiyah-Nya dan mengetahui bahwa tidak ada yang mengampuni dosanya dan tidak ada yang menyelamatkannya kecuali Dia, saya bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhaq diibadahi kecuali Alloh saja yang tidak ada sekutu bagi-Nya, dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya صلى الله عليه وسلم .

***

(2) Wasiyat Asy-Syafi’i رضي الله عنه ketika menjelang wafat beliau

Telah mengkhabarkan kepada kami Az-Zahid Abu Thohir Ahmad bin ‘Ashim Al-Mushili, telah mengkhbarkan kepada kami Abul Hasan Ali bin Al-Qoshim Al-Muqri di Moshul, dia berkata : Saya menulis dari kitab Ibnu Hisyam Al-Baladi رحمه الله :

بسم الله الرحمن الرحيم

Ini adalah apa yang diwasiyatkan oleh Muhammad bin Idris Asy-Syafi’i, (Tahwil = ح) Telah mengkhabarkan kepada kami Abu Manshur Muhammad bin Ali bin Muhammad bin Al-Hasan bin Sahl bin Kholifah bin Ash-Shobbah Al-Baladi, telah berbicara kepadaku kakeku Muhammad bin Al Hasan bin Kholifah, telah mengkhabarkan kepada kami Abu Ali Al-Husain bin Hisyam bin Umar Al-Baladi, dia berkata : Ini adalah wasiyat Muhammad bin Idris Asy-Syafi’i رضي الله عنه , dia berwasiyat bahwa tidak ada ilah yang berhak diibadahi kecuali Alloh saja yang tidak ada sekutu bagi-Nya, dan sesungguhnya Muhammad adalah hamda dan utusan-Nya, sesungguhn ya dia beriman kepada Alloh, malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rosul-rasul-Nya yang kita tidak membeda-bedakan seorangpun diantara rosul-rosul-Nya.

Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku, dan matiku untuk Alloh Robbul ‘Alamiin yang tidak ada sekutu bagi-Nya, dan dengan itu saya diperintahkan.

Sesungguhnya Alloh membangkitkan orang yang ada dalam qubur, sesungguhnya surga adalah benar, sesungguhnya neraka adalah benar, sesungguhnya adzab qubur, hisab, mizan, dan shiroth adalah benar, sesungguhnya Alloh membalas para hamba berdasarkan amal-amal mereka.

Diatasnya saya hidup dan mati, dan diatasnya juga saya dibangkitkan insya Alloh.

Saya bersaksi bahwa iman adalah perkataan, perbuatan, dan pengakuan dalam hati yang bertambah dan berkurang.

Sesungguhnya Al-Qur’an adalah firman Alloh dan bukan makhluq.

Sesungguhnya Alloh عز وجل dilihat di akhirat, yang dilihat oleh orang-orang yang beriman dengan mata dan tampak, serta mereka mendengar firman-Nya.

Sesungguhnya Dia berada di atas ‘Arsy.

Sesungguhnya al qodar yang baik dan yang buruk adalah dari Alloh عز وجل , yang tidak akan ada kecuali apa yang dikehendaki oleh Alloh عز وجل , telah ditetapkan dan ditaqdirkannya.

Sesungguhnya sebaik-baik manusia setelah rosululloh صلى الله عليه وسلم dari ummat ini adalah Abu Bakr, Umar, Utsman, dan Ali bin Abi Tholib –semoga Alloh merahmati mereka semua-, saya berloyalitas pada mereka, saya memintakan ampunan untuk mereka, serta orang-orang yang ikut perang jamal dan shiffin baik yang orang-orang yang membunuh maupun yang terbunuh, dan seluruh sahabat Nabi صلى الله عليه وسلم.

Mendengar dan taat kepada ulil amri selama mereka melakukan sholat, tidak keluar dari mereka dengan mengangkat pedang, dan khilafah itu ada dalam Quraisy.

Sesungguhnya sedikit dari apa yang banyaknya itu memabukkan adalah khomer (arak), dan mut’ah adalah haram.

Aku berwasiyat untuk bertaqwa pada Alloh عز وجل , menetapi sunnah dan atsar dari rosululloh صلى الله عليه وسلم dan para sahabatnya, meninggalkan bid’ah dan hawa nafsu serta menjauhinya, bertaqwalah pada Alloh dengan taqwa yang sesungguh-sungguhnya dan janganlah kamu mati kecuali kamu dalam keadaan muslim, sesungguhnya itu adalah wasiyat orang-orang yang terdahulu dan orang-orang yang terakhir, sesungguhnya orang yang bertaqwa pada Alloh akan Alloh buatkan untuknya jalan keluar dan memberikan rizqi untuknya dari sesuatu yang tidak dia sangka, maka bertaqwalah pada Alloh sesuai kemampuan kalian.

Wajib bagi kalian untuk sholat jum’at, berjama’ah, menetapi sunnah dan iman, dan tafaqquh fid din (mendalami agama).

Barangsiapa yang hadir diantara kalian ketika saya menjelang wafat maka talqinkan saya dengan لا إله إلا الله وحده لا شريك له وأن محمدا عبده ورسوله, guntinglah kuku dan kumis sebelum wafat insya Alloh, jika aku wafat dan ada wanita haid maka hendaklah dia bangun, berikanlah minyak wangi dan asapi dengan wewangian di sisi pembaringanku.

***

8 thoughts on “Ucapan Pujian dan Wasiyat Al-Imam Asy-Syafi’i رحمه الله

    • ahlan akhi, jangan suka begitu, hanya sekedarnya saja, itupun hanya terjemah bukan tulisan asli, jadi tersanjung akhi bilang begitu …. yg hebat ya penulis aslinya Al-Imam Al-Hakkaari, terlebih Al-Imam Asy-Syafi’i رحمه الله .

    • Wa ‘alaikumussalam.
      Silahkan dibaca ulang. Memang penjelasan beliau masih global, belum dirinci dan diperlebar. Insya Alloh nanti mampir, anak-anak saya juga main cilukba, terutama yg kecil. Ternyata permainan ini mendunia, bukan hanya milik anak-anak Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s