Jika adzan para mu’adzin berbeda-beda, siapa yang diambil untuk berbuka?


Jika adzan para mu’adzin berbeda-beda, siapa yang diambil untuk berbuka?

Pertanyaan :

Jika adzan dari satu masjid dengan masjid yang lain berbeda, padahal dua masjid itu berdekatan dan masih dalam satu wilayah, maka manakah yang diambil untuk berbuka?

Jawab :

Segala puji bagi Alloh. Yang menjadi acuan untuk berbuka adalah tenggelamnya matahari, sebagaimana sabda Nabi صلى الله عليه وسلم :

( إِذَا أَقْبَلَ اللَّيْلُ مِنْ هَا هُنَا وَأَدْبَرَ النَّهَارُ مِنْ هَا هُنَا وَغَرَبَتْ الشَّمْسُ فَقَدْ أَفْطَرَ الصَّائِمُ ) رواه البخاري (1954) ومسلم (1100)

Artinya :

“Jika malam datang dari sini dan siang pergi dari sini, serta matahari telah tenggelam maka sungguh orang yang shoum telah berbuka”. [HR. Al-Bukhori (1954), dan Muslim (1100)]

Maksud dari tenggelam adalah turunnya bulatan matahari dan hilangnya, tidak berpengaruh warna merah menyala di ufuq,  jika seluruh bulatan matahari telah hilang maka sungguh telah halal untuk berbuka.

Kebanyakan dari para muadzin hari ini mereka berpatokan pada jadwal-jadwal, dan ini tidak mengapa, akan tetapi diantara mereka ada yang kurang memperhatikan ketepatan jamnya sebagaimana mestinya.

Jika adzan para mu’adzin berbeda-beda, maka kalian dapat menunggu muadzin yang paling teliti dalam waktu, sehingga dia akan adzan tepat pada awal waktu, tidak mendahulukan dan tidak mengakhirkan. Bersandarlah pada adzannya dan tidak pada yang lainnya.

Kalian juga dapat bersandar pada jadwal yang ada pada kalian setelah memperhatikan dengan cermat ketepatan jam, walaupun mu’adzin belum mengumandangkan adzan.

Wallohu ‘alam.

Diterjemahkan oleh : Abu Shiddiq Asy-Syirbuni

Karawang, Kamis 11 romadhon 1432 H

Sumber : www.islamqa.info

_________________

Teks Asli :

إذا اختلف المؤذنون فمن يتبع في الإفطار؟

arenur

إذا اختلف الأذان من مسجد إلى مسجد آخر والاثنان قريبان وفي نفس المنطقة فعلى أيهما يتم الإفطار ؟  .

الحمد لله

المدار في الفطر على غروب الشمس ، كما قال النبي صلى الله عليه وسلم : ( إِذَا أَقْبَلَ اللَّيْلُ مِنْ هَا هُنَا وَأَدْبَرَ النَّهَارُ مِنْ هَا هُنَا وَغَرَبَتْ الشَّمْسُ فَقَدْ أَفْطَرَ الصَّائِمُ ) رواه البخاري (1954) ومسلم (1100).

والمقصود بالغروب : هو سقوط قرص الشمس واختفاؤه ، ولا عبرة بالحمرة الشديدة الباقية في الأفق ، فحيث غاب جميع القرص ، فقد حل الفطر .

وأكثر المؤذنين اليوم يعتمد على التقاويم ، وهذا لا بأس به ، لكن منهم من يقصر في ضبط ساعته كما ينبغي .

وإذا اختلف المؤذنون ، فإما أن تنظروا أشدهم دقة في الوقت ، بحيث يؤذن مع أول الوقت تماما ، فلا يتقدم ولا يتأخر ، وتعتمدوا على أذانه دون غيره .

وإما أن تعتمدوا على التقويم بأنفسكم ، بعد التأكد من ضبط الساعة ، حتى وإن لم يؤذن المؤذن .

والله أعلم .

الإسلام سؤال وجواب

http://www.islamqa.info/ar/ref/93577

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s