Mengqodho’kan shoum orang mati


Hadits : “Barangsiapa yang mati sedangkan dia mempunyai hutang shoum maka walinya wajib menggantikannya” adalah tidak khusus untuk nadzar.

Pertanyaan :

Hadits : “Barangsiapa yang mati sedangkan dia mempunyai hutang shoum maka walinya wajib menggantikannya” , yang saya ketahui hadits ini diperuntukkan untuk shoum nadzar, akantetapi seorang ulama dalam satu acara menyebutkan bahwa hadits tersebut untuk shoum romadhon, apakah ini shohih ataukah yang shohih adalah yang saya ketahui dari salahsatu kitab-kitab salafiyah ? Berikanlah jawaban untuk saya, semoga Alloh memberikan pahala kepada anda, Jazakumulloh khoiron.

Jawab :

Yang benar adalah hadits itu umum dan tidak khusus untuk nadzar, sungguh telah diriwayatkan dari sebagian imam seperti Imam Ahmad dan segolongan ulama bahwa mereka mengatakan : ‘Itu adalah khusus untuk nadzar’, akantetapi itu adalah pendapat yang marjuh (lemah) dan tidak ada sandaran dalilnya, yang benar adalah hadits itu umum; karena Rosul صلى الله عليه وسلم  bersabda :

((من مات وعليه صيام صام عنه وليه))[1]متفق على صحته من حديث عائشة رضي الله عنها.

Artinya :

“Barangsiapa yang mati dan dia mempunyai hutang shoum maka walinya wajib menggantikannya”. (Muttafaqun ‘ala sihhatihi, dari hadits ‘Aisya رضي الله عنها )

Beliau tidak mengatakan shoum nadzar, dan tidak boleh mengkhususkan perkataan nabi صلى الله عليه وسلم  kecuali dengan dalil; karena hadits nabi صلى الله عليه وسلم itu umum mencakup shoum nadzar dan shoum romadhon, jika seorang muslim mengakhirkan qodho’nya karena malas padahal dia mampu, atau shoum kafarat, barangsiapa yang meninggalkannya maka walinya menggantikan shoumnya, wali adalah salahsatu kerabat dari kerabat-kerabatnya.

Kalau orang lain menggantikan shoumnya maka itu boleh, Nabi صلى الله عليه وسلم pernah ditanya, seorang laki-laki bertanya pada beliau : Wahai Rosululloh, sesungguhnya ibuku meninggal dunia sedangkan dia mempunyai hutang shoum sebulan apakah saya shoum untuk menggantikannya?

Beliau menjawab :

((أرأيت لو كان على أمك دين أكنت قاضيه؟ اقضوا الله فإن الله أحق بالوفاء))[2]

Artinya :

“Tidakkah kamu lihat jika ibumu mempunyai hutang, bukankah kamu membayarkannya? Bayarlah hutang pada Alloh, sesungguhnya hutang Alloh lebih berhak untuk ditunaikan”.

Seorang wanita pernah bertanya kepada beliau : Wahai Rosululloh sesungguhnya ibuku meninggal dunia dan mempunyai hutang shoum sebulan, apakah saya harus shoum menggantikannya?

Beliau menjawab :

أرأيت لو كان على أمك دين أكنت قاضيته اقضوا الله فالله أحق بالوفاء))[3]

“Tidakkah kamu lihat, jika ibumu mempunyai hutang, bukankah kamu yang membayarnya? Bayarlah hutang pada Alloh, sesungguhnya hutang Alloh lebih berhak untuk ditunaikan”.

Di dalam Musnad Imam Ahmad dengan isnad yang shohih dari ibnu Abbas رضي الله عنهما  bahwa ada seorang wanita bertanya : Wahai Rosululloh sesungguhnya ibuku meninggal dunia dan dia mempunyai hutang shoum romadhon, maka apakah saya harus shoum menggantikannya?

Beliau menjawab : “Shoumlah untuk ibumu”.

Wanita tersebut menjelaskan bahwa itu adalah romadhon, maka beliau memerintahkannya untuk shoum, dan hadits-hadits banyak yang menunjukkan kepada wajibnya untuk mengqodho’ romadhon dan yang lainnya, dan tidak ada sisi untuk mengkhususkan nadzar, bahkan pengkhususan ini adalah pendapat yang marjuh dan lemah, yang benar adalah umum, demikianlah dalil-dalil yang datang dari Rosululloh صلى الله عليه وسلم . Akantetapi jika yang berbuka itu di bulan romadhon dan dia tidak sengaja berbuka tanpa alasan, namun berbuka karena sakit, atau menyusui, atau hamil, kemudian dia meninggal dunia ketika sakit, atau meninggal ketika hamil, atau meninggal ketika menyusui dan tidak sanggup untuk mengqodho’nya, maka tidak ada kewajiban apapun baginya dan bagi ahli warisnya, tidak ada qodho’ dan tidak ada fidyah, karena udzur syar’i yaitu sakit dan yang semisalnya. Adapun jika dia sembuh dari sakitnya dan memungkinkan untuk shoum akantetapi dia menggampangkannya, demikian juga wanita hamil dan menyusui jika keduanya mampu untuk mengqodho’ ketika itu kemudian mereka menggampangkannya maka mereka diqodho’kan (jika mereka meninggalkan dan belum mengqodho’ pent.). Wallohu waliyut taufiq.

Mufti : Syaikh Abdul Aziz bin Abdulloh bin Baz رحمه الله

Dari acara Nuurun ‘Alad Darbi, kaset no.17 – Majmu’ Fatawa wa Maqolaatun Mutanawwi’ah, Juz ke-15.

Diterjemahkan oleh Abu Shiddiq Asy-Syirbuni dari : www.binbaz.org.sa

Karawang, Jum’at pagi 19 romadhon 1432 H


[1]HR. Al-Bukhori dalam Kitab Ash-Shoum, Bab.Orang yang mati dan dia mempunyai hutang shoum no.1952, dan Muslim dalam Kitab Ash-Shiyam, Bab.Qodho’ Shoum untuk mayit no.1147.

[2]Diriwayatkan seperti itu oleh Muslim dalam Kitab Ash-Shiyam, Bab. Qodho’ Ash-Shoum untuk mayit no.1148, dan An-Nasa’i dalam Sunan Kubro, Kitab Ash-Shoum, Bab.Shoum orang yang hidup untuk mayit no.2909.

[3]HR. Al-Imam Ahmad dalam Musnad Al-Mukatsirin min Ash-Shohabah yaitu Musnad Abdulloh bin Abbas no.2014.

2 thoughts on “Mengqodho’kan shoum orang mati

  1. Di bulan Ramadhan biasanya wanita pasti berhalangan tdk puasa krn haid, trus org tersebut tdk pernah mengqodho di bln2 berikutnya, org tsbt msh hidup… Apakah walinya berhak mengqodhonya, n apabila orng tsb meninggal apakah walinya berhak menggatinya… Sementara walinya sdh ga tau brp hr ia tinggalkan shaumnya, atas jawabannya sy ucapkan jazakillah..

    • Apabila wanita itu masih hidup maka yang wajib mengqodho’nya adalah yang bersangkutan dan tidak dapat diqodho’kan oleh walinya. Namun jika wanita itu sudah meninggal maka walinya yang mengqodho’kannya. Untuk mengetahui berapa banyak yang ditinggalkan maka dihitung berapa tahun dia tidak mengqodho’ dengan dikalikan jumlah hari kebiasaan haidh wanita tersebut. Misalnya : dia tidak mengqodho’ selama 3 tahun, dan kebiasaan haidh adalah 7 hari, maka kita kalikan saja : 3 X 7 = 21, jadi walinya mengqodho’kan selama 21 hari. Ini apabila selain haidh dia shoum. Wallohu a’lam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s