Ruang Tamu

بسم الله الرحمن الرحيم

أهلا وسهلا بقدومكم

Selamat Datang di Abu Khodijah’s Blog

Semoga blog ini menjadi sarana kita untuk memperkuat ikatan tali ukhuwah diantara kita semua. Dan mendatangkan faedah-faedah yang berharga untuk kita semua. Amin.

Pemilik blog ini merasa bahagia bisa ikut berbagi walau hanya sedikit dari apa yang dimiliki. Maka kritik, saran dan pesan sangat bermanfaat bagi pemilik blog ini.

69 thoughts on “Ruang Tamu

      • Assalamu’alaiykum Ustadz Sobari..sekarang ngajar di Ithisom atau dimana..oh ya gimana STIN Uli Nuha jakarta binaan Ust. Ahmad Rofi’i apakah tetap eksis…lalu untuk yg dibekasi ( perum depan grandmall) gimana nasibnya..oh ya mohon info kajian dicikarang ana dah lama vakum di muhajirin bbn lippo cikarang.

      • Wa ‘alaikumussalam, alhamdulillah masih di I’tishom. Stin masih jalan tapi di kantor dpp an najat cililitan jakarta timur. Untuk kajian di cikarang ana sdh tidak ada jadwal lagi, jadi tidak faham situasi di sana.

  1. JANGANLAH KALIAN MENCAMPURADUKKAN ANTARA HAQ DAN BATIL!
    Pemikiran yang hendak menggabungkan antara manhaj salafi dengan manhaj Haroki adalah pemikiran yang sangat berbahaya, karena menjurus kepada pencampuradukkan antara haq dan batil, sedangkan Alloh Subhanahu wa Ta’ala telah berfirman dalam KitabNya.

    “Artinya : Dan janganlah kalian campuradukkan yang haq dengan yang batil dan janganlah kalian sembunyikan yang haq ini sedang kalian mengetahui” [Al-Baqarah : 42]

    Qatadah berkata tentang tafsir ayat ini : “Janganlah kalian campur adukkan agama Yahudi dan Nashrani dengan agama Islam, padahal kalian mengetahui bahwa agama Alloh yang haq adalah Islam dan bahwasanya agama Yahudi dan Nasrani yang kalian pegang sekarang ini adalah agama yang bid’ah dari Alloh!” [Tafsir Ibnu Katsir 1/109]

    Maka kami katakan kepada para pengusung fikroh Salafi-Haroki : Janganlah kalian campuradukkan manhaj Haroki dengan manhaj Salafi, padahal kalian mengetahui bahwa manhaj yang haq adalah manhaj Salafi dan bahwasanya manhaj Haroki adalah manhaj yang bid’ah!Hizbiyah dan ashabiyah akan mudah dilenyapkan apabila ta’ashub dan taklid ini terkikis habis.Sesungguhnya banyak kelompok-kelompok bid’ah mengaku-ngaku berada di atas manhaj salaf sholih, namun pengakuan mereka ini tidak dapat diterima (begitu saja) karena pengakuan mereka ini hanyalah klaim belaka yang tidak disokong bukti (dalil). Sekiranya pengakuan belaka bermanfaat dengan sendirinya, maka niscaya (pengakuan) Yahudi dan Nasrani juga bermanfaat tatkala mereka mengklaim bahwa surga itu hanya khusus bagi mereka saja, sebagaimana yang difirmankan Alloh tentangnya :

    وَقَالُوا لَنْ يَدْخُلَ الْجَنَّةَ إِلَّا مَنْ كَانَ هُودًا أَوْ نَصَارَى تِلْكَ أَمَانِيُّهُمْ قُلْ هَاتُوا بُرْهَانَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ

    Dan mereka (Yahudi dan Nasrani) berkata: “Sekali-kali tidak akan masuk surga kecuali orang-orang (yang beragama) Yahudi atau Nasrani”. demikian itu (hanya) angan-angan mereka yang kosong belaka. Katakanlah: “Tunjukkanlah bukti kebenaranmu jika kamu adalah orang yang benar”. (QS al-Baqoroh : 111)eandainya pengaku-ngakuan belaka membuahkan manfaat dengan sendirinya, niscaya Fir’aun adalah orang yang benar dengan apa yang didakwakannya, dimana Alloh menfirmankan tentangnya :

    قَالَ فِرْعَوْنُ مَا أُرِيكُمْ إِلَّا مَا أَرَى وَمَا أَهْدِيكُمْ إِلَّا سَبِيلَ الرَّشَادِ

    Fir’aun berkata: “Aku tidak mengemukakan kepadamu, melainkan apa yang Aku pandang baik; dan Aku tiada menunjukkan kepadamu selain jalan yang benar”. (QS Ghaafir : 29)

    Sesungguhnya pengaku-ngakuan (klaim/dakwaan) belaka tidaklah diterima begitu saja kecuali dengan disertai keterangan dan burhan. Imam Bukhari dan Muslim telah mengeluarkan di dalam Shahih mereka dari hadits Ibnu ’Abbas Radhiyallahu ’anhuma bahwasanya Nabi Shallallahu ’alaihi wa Salam bersabda :

    لو يعطى الناس بدعواهم لادع ناس دماء رجال وأموالهم ولكن اليمين على المدعى عليه

    ”Seandainya manusia diberi hanya cukup dengan dakwaannya saja, niscaya manusia akan mendakwakan darah dan harta seseorang. Hanya saja orang yang didakwa cukup dengan bersumpah.” (lafazh riwayat Muslim)2

    Dikeluarkan pula oleh Imam at-Turmudzi di dalam Sunan-nya dari hadits ’Amru bin Syu’aib dari bapaknya dari kakeknya, bahwasanya Nabi Shallallahu ’alaihi wa Salam bersabda :

    البينة على المدعي واليمين على المدعى عليه

    ”(Harus ada) bukti bagi yang mendakwa dan sumpah bagi yang didakwa.”3

    Imam Nawawi rahimahullahu berkata : “Hadits ini* merupakan kaidah yang besar diantara kaidah-kaidah hukum syar’i. Di dalam kaidah ini (terdapat hukum) tidak diterimanya ucapan seseorang tentang apa yang didakwakannya sebatas hanya dakwaan belaka, namun diperlukan bukti dan pembenaran dari orang yang didakwa.”4

    Alangkah tepatnya apa yang dikatakan oleh seorang penyair

    والدعاوى مالم تقيموا عليها *** بيــــــنات أبنائها أدعياء

    ”Pengaku-ngaku yang tidak menyokong pengakuannya

    Dengan bukti-bukti maka ia hanyalah pengaku-ngaku belaka.”

    وكل يدعي وصـــلا لليلى *** وليلى لاتقـــر لهم بـذاك

    “Semua mengaku-ngaku punya hubungan dengan Laila

    Namun Laila memungkiri pengaku-ngakuan mereka itu.”
    AFWAN AN NAJAT ADALAH HIZBIYYIN SURURIYYIN,, lebih ahsan antum sebarkan dakwah al ustad Yazid JAWAS, AL USTADZ ABDUL HAKIM.. DKK Jangan di tampikan orang yang gag jelas manhaj nya bahkan terang terangan membuat hizb waiyyadzubillah.

    • Syukron atas komentar antum mudah-mudahan kita semua tidak hanya mengaku bermanhaj dengan manhaj As Salaf, semua kita berusaha berjalan di atas manhaj mereka yang lurus. Akan tetapi di akhir komentar antum ada hal yang perlu diluruskan yaitu penilaian atas seseorang yang berada di atas manhaj As Salaf ataukah tidak berada di atas manhaj yang mulia ini. Jangan sampai apa yang antum sampaikan malah berbalik pada diri antum sendiri.
      Pertama : Apa yang menjadi standar penilaian bahwa si fulan adalah salafy atau hizbiy?
      Kedua : Sudahkan antum tatsabbut dan tabayyun bahwa An Najat adalah hizbiy atau sururiy?
      Ketiga : Bertaqwalah pada Alloh Ta’ala dalam segala ucapan/tulisan dan perbuatan antum.
      Keempat : Teruslah menuntut ilmu dengan manhaj dan metode kaum salaf yang sholih terdahulu agar antum memahami Islam dengan utuh dan benar.

  2. antum ruju’lah pada pemahaman para shahabat.. assatidz kita banyak akhy.. al ustadz Yazid jawas
    al ustadz abdul hakim
    al ustadzuna zainal abidin
    al ustadz Abu Qatadah -hafidzhumulloh-
    Antum belajar dengan mereka bukan antum meruju’ pad hizb yang jelas jelas hizb.

    HIZBIYYAH PEMECAH BELAH UMAT
    Kita bisa saksikan masih banyak orang-orang yang kurang berfungsi atau memang sudah tidak berfungsi mata, telinga dan hatinya. Sehingga berceloteh dengan menyebarkan hadits yang tidak ada asalnya untuk melegitimasi keinginannya. Perselisihan umatku merupakan rahmat. Mereka buta, tuli serta tidak bisa memahami nash-nash yang shohih dan gamblang seperti firman Allah Ta’ala:

    “Artinya : Dan perpeganglah kamu semuanya kepada tali (Agama) Allah dan janganlah kamu bercerai berai” [Ali-Imron : 103]

    Dan firman Allah Ta’ala:

    “Artinya : Dan Janganlah kamu menyerupai orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih sesudah datang keterangan yang jelas kepada mereka. Mereka itulah orang-orang yang mendapat siksa yang berat” [Ali-Imron :105]

    Dan firmanNya:

    “Artinya : Janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah, yaitu orang-orang yang memecah belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan.Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka” [Ar-Rum : 31-32]

    Dan firmanNya:

    “Artinya : Dia telah mensyari’atkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kam wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa, yaitu : Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya” [As-Syuro : 13]

    Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

    “Artinya : Karena orang yang hidup di antara kalian sesudahku nanti, dia akan menyaksikan perselisihan yang sangat banyak sekali. Maka wajib bagi kalian berpegang teguh dengan sunnahku dan sunnah para Khulafa’ Rosyidin setelahku. Gigitlah sunnahku dengan gigi geraham [HR. Abu Dawud dan Tirmidzi]

    Sabdanya pula:

    “Artinya : Sesungguhnya agama ini akan terpecah menjadi tujuh puluh tiga golongan. Tujuh puluh dua di neraka, dan satu di surga. Dialah Al-Jama’ah” [Lihatlah Shohihul Jami’ : 638]

    Dan hadist-hadist lain yang semisal.

    Demikianlah…..hizbiyyah menjadi sangat identik dengan perpecahan. Ibarat dua sahabat karib yang memiliki hubungan yang kokoh. Dimana ada hizbiyyah, disitu pula terletak perpecahan. Di mana terjadi perpecahan, di sana pula ditegakkan prinsip-prinsip hizbiyyah. Hal ini tidak samar lagi bagi ahli ilmu dan tholabul ilmi. Perhatikan kembali hadist diatas (tentang Muhajirin dan Anshor). Disitu Rasulullah telah memerangi benih-benih perpecahan dan hizbiyyah ketika beliau melihat gelagat akan tumbuhnya sifat-sifat hizbiyyah yang sangat erat dengan perpecahan. Padahal seruan yang mereka nasabkan adalah seruan yang terpuji lagi baik, yaitu seruan yang bernasab kepada Muhajirin dan Anshor. Bukankah Allah telah memuji mereka, Muhajirin dan Anshor?

    Perhatikan firman Allah berikut:

    “Artinya : Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan Muhajirin dan Anshor dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik” [At-Taubah : 100]

    Ketika nama-nama yang mulia ini dijadikan seruan-seruan untuk menganggap
    dirinya lebih baik dari yang lain atau memenangkan/menolong seseorang karena dia termasuk kelompoknya, Rasulullah mengingkarinya dan

    menyebutnya sebagai seruan jahiliyyah. Dan semakna pula dengan seruan jahiliyyah ini adalah seruan atau bernasab kepada suatu qabilah, ta’asub (fanatik) kepada seseorang, kepada suatu mahzab atau kelompok, kepada syaikh, ‘alim dan ulama’, mengunggulkan sebagian atas sebagian yang lain sekedar berdasarkan hawa nafsu dan fanatik buta. Lalu membangun wala’ (cinta) dan permusuhan di atas sifat dan sikap yang semacam itu tadi dan mengukur manusia ini di atas neraca tersebut, maka semua ini adalah seruan dan sitem jahiliyyah.

    Kesimpulannya bahwa perpecahan dan perselisihan serta bentuk hizbiyyah, apapun jenis dan dasarnya, tidaklah selaras dengan tabiat Islam sama sekali. Dan bentuk hizbiyyah ini pasti hanya mendatangkan mudhorot dan kejelakan yang jauhlebih banyak dan berbahaya daripada manfaat dan kebaikannya kalaulah ada manfaat dan kebaikannya bagi kaum Muslimin. Dan agama kita pun telah melarang perpecahan dan perselisihan ini secara mutlak dan menjadikannya sebagai sebab kelemahan dan kehinaan kaummuslimin.

    “Artinya : Janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu” [Al-Anfal : 46]

    Allah tidak membatasi larangan perselisihan ini, bahkan memutlakkannya agar mencakup segala macamnya. Bahkan Allah tidak hanya sekedar melarang saja, tapi Allah mewajibkan kaum muslimin untuk bersungguh-sungguh dalam meraih kebenaran ketika terjadi perselisihan.

    Firman-Nya:

    “Artinya : Hai orang-orang beriman, ta’atilah Allah dan ta’atilah Rasul(Nya), dan Ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al-Qur’an) dan Rasul (Sunnah)”. [An-Nisa’ : 59]

    Jadi perpecahan dan hizbiyyah ibarat dua sisi mata uang yang tidak terpisahkan. Kita harus benar-benar memahami dan mengambil sikap yang benar. Sekalipun hal ini dianggap kecil dan remeh oleh semantara orang yang memandang. [4]

    Mudah-mudahan Allah mengokohkan langkah dan hati di atas jalan sunnah.
    afwan kiranya ada kesalahan dalam kalimat kami.. kami hanya menerangkan pada umat mana salafy mana hizb.. mana salafy tulen mana salafy bertopeng.. baarakallohufikum

    • Afwan nanya nih:
      1. Sudah berapa lama antum ngaji sama asatidzah di atas?
      2. Sudah berapa kitab yang antum tamatkan?
      3. Dari mana sajakah antum memahami manhaj as Salaf?
      4. Alhamdulillah ana sudah pernah ngaji dengan mereka, bahkan sama asatidzah lain yang mungkin antum belum kenal dan belum hadir di majlis mereka.

  3. Semoga Alloh merahmati kami dan antum, tiada penting menanyakan mengenal salaf berapa lama.. Wallohi bukan tu yg di lihat.. Yg di lihat adl aplikasi nya pengamalanya.. Buat apa seorang mengaji lumutan toh ia trgelincir pula pd makar hizbiyyun.. Dan perlu di ingat banyak akhy orang2 yg gugur pd manhaj yg mulia ini waiyyadzubillah hatta ustadz pun tdk selamat dr ketergelinciran maka Tdk ada istilah siapa yg baru’ siapa yg lama’ manhaj salaf tdk seperti tu, manhaj salaf tdk mengajarkan u/mdirikan organisasi dakwah Dan klo sekiranya antum mengenal assatidz di atas ikuti manhajnya mereka,ana alhamdulillah faham fitnah an Najat krn ana tinggal di bekasi, tp tdk layak d publikasikan di sini.. Klo sekiranya antum mau tabayyun ttg an Najat, mari ketemu guru kami Ust zainal abidin smga Alloh menjaga beliau.wallohulmusta’an

    • Ahlan wa sahlan ya akhi al kariim, ana uhibbukum fillah.
      Pemahaman dan ilmu yang diserap oleh seseorang akan berdampak pada aplikasi amal, seorang yang baru dalam mengenal ilmu dan manhaj tentu berbeda dengan orang yang sudah lama menuntut ilmu dan lebih dalam ilmunya.
      Sebagai ilustrasi adalah ketika seseorang yang baru melihat gunung dari jauh maka dia akan melihat bahwa gunung itu berwarna biru, akan tetapi ketika mendekat sedikit demi sedikit maka kita akan berubah dalam pandangan bahwa gunung itu tidak biru lagi. Ketika seseorang yang mengklim bahwa gunung itu biru dari jauh dan hanya cukup sampai di situ, kemudian menyesatkan orang yang menyatakan berbeda dengan dia yang baru melihat gunung dari jauh.
      Demikian juga orang baru mengenal manhaj. Berbeda antara orang yang sudah lama dan faham dengan yang baru.
      Demikian juga para ulama mengkategorikan para tholibul ilmu, untuk mubtadiin berbeda dengan yang mutawashitiin, demikian juga dengan yang lebih tinggi dari kalangan mutamakkiniin.
      Untuk An Najat ana lebih faham dari pada antum atau Ustadz Zainal Abidin, LC Hafizohulloh. Antum hanya mendapat informasi dari ustadz antum sedangkan ana berada di dalamnya. Inilah sesuatu yang sering terjadi di kalangan ikhwah yang hanya menerima dari satu sumber dan sudah apriori terhadap sumber yang lain.
      Untuk hukum mendirikan organisasi untuk mengatur dakwah sudah banyak fatwa dari kalangan para ulama yang membolehkannya, baik mufti yang terdahulu Al Allamah Syaikh Abdul Aziz bin Baz rohimahulloh maupun mufti Saudi yang sekarang Asy Syaikh Abdul Aziz Alu Syaikh hafidzohulloh. Karena organisasi hanyalah wasilah dan bukan ghoyah.
      Sekarang ana kembalikan pada antum. Apakah antum sudah faham dengan benar apakah hakekat dari hizbiyah ataukah belum?
      Ana sarankan antum belajar dengan benar sesuai dengan manhaj para ulama salaf dalam menuntut ilmu, semakin dalam ilmu antum dan semakin luas wawasan antum seyogyanya semakin menambah rasa takut antum pada Alloh Ta’ala, kalau tidak menambah rasa takut pada Alloh Ta’ala maka apa yang antum dapatkan bukan ilmu.
      Barokalloh fiikum.

  4. Wa fik Baarakalloh, akhy al fadhil katakan pada ana penukilan fatwa syaikh bin baz? Dan mufti skarang? Antum buka dar’ut ta’arud 1/149 ibn taimiyyah, al ajwibah al mufidah an as’ilatil manahijil jadidah syaikh shalh al fauzan, hukmul intima’ syaikh bakr,dst.. Bertaqwalah pada Alloh akhy. Al imam Ibnu jarir at Thabari brkata orang tersesat mereka meninggalkan agamanya dan sungguh partai dan golongan telah memecah belah agama yg di ridhai Alloh untk para hambanya shga mjd yahudi,nashrani, majusi. Inilah yg dinamakan perpecahan, mrk brgolong2,tdk mau bersatu,mrk mengerti agama yg benar,akan tp meninggalkanya dan memecah belah {TAFSIR At Thabari 8/78}

  5. Sudah sering terdengar saling meng”hizby” kan antara satu dengan yang lain. Padahal belum tentu demikian kebenarannya. Berlemah lembutlah dalam berdakwah. Tegakkan tauhid dengan akhlak yang baik. Terus berjuang wahai asatidz.. Bimbing umat ke jalan yang HAQ.

    • Ahlan wa sahlan ya tholibal ilmi, ahlan wa sahlan ya man istagfaro kulla syai in haata hiitan fil bahr. Terimakasih telah mengingatkan, sudah menjadi kewajiban setiap kita untuk menjadikan Rosul صلى الله عليه وسلم sebagai suritauladan terutama kelembutan beliau dalam berdakwah. Nas ‘alulloha at taufiiq was sadaad.

    • Salam kenal juga akhi ……..
      Ahlan wa sahlan, ahsan kalau antum bisa daftar di salafishare.
      Mudah kok, tinggal isi semua yang ada dalam form. Mungkin ada yang belum terisi oleh antum, coba ulangi dengan teliti.
      Barokallohu fiikum.

  6. Assalaamu’alaykum

    Ana dah lama ga main ke blog antum, eh sekarang templatenya dah berubah, lebih simpel dan enak dilihat mata…hehe,,,

    Oya, ana baru tahu kalau sebagian ikhwah mempermasalahkan organisasi An-Najat, ya baru dengar di blog antum ini…Namun dalam hal ini ana memilih untuk diam [ga pro ga kontra] sebab ana ga ada waktu untuk urusan kayak beginian dan urusan macam ini bukan prioritas ana. Wong untuk hafalan Quran, belajar aqidah dan fiqh plus belajar cabang2 biologi di kampus [ana kan mahasiswa biologi UGM akhiy] aja dah ngabisin waktu….hehe,,,

    Oya akhiy, tujuan utama ana kemari adalah untuk menyebarkan sebuah proyek besar yakni pembuatan maktabah syaamilah versi Indonesia. Kalau antum ga keberatan tolong pasang banner proyek ini di blog antum ya…ini ana copy-kan scriptnya:

    udah dulu ya…ma’as salaamah

    • Wa ‘alaikumussalam warohmatulloh wa barokatuh

      Ahlan wa sahlan ya akhi, proyek antum masya Alloh bagus sekali untuk membuat maktabah syamilah versi indonesia. Dengan senang hati ana akan pasang bannernya di blog ini, oh ya kok scriptnya nggak nampak?

  7. Akhiy, ini bukan proyek ana [proyek ini terlalu besar untuk ana akhiy…T_T ] tapi proyek para alumni Al-Azhar [alumni terbaik malahan] yang Ahlus Sunnah tentunya…ana cuma bantu nyebarkan saja. Tadi dah ana copykan scriptnya tapi otomatis hilang gitu di blog antum. Kayaknya emang ga bisa cantumin script deh di kolom komentar ini. Antum langsung ke TKP aja ya akhiy. Nih linknya: http://abuabdurrahman.com/?p=112. Nah abis itu antum cari aja script untuk bannernya gampang ditemukan kok…rencananya ana akan berjalan dari satu blog salafi ke blog salafi yang lain untuk memberitahukan proyek besar ini….hehe,,, semoga Allah memudahkan…

  8. assalamualaikum…

    perkenalkan nama saya erlan, dari bogor.. ada sedikit pertanyaan yg belum saya temukan jawabanya,
    mohon dibantu akhi.

    ibu saya meninggalkan warisan berupa rumah dengan harga jual 200jt, dan mempunyai
    11 anak anatara lain 7 wanita 4 pria (2sdh almarhum)
    yg mau ana tanyakan:

    1. almarhum (pria)meninggalkan 1 orang putri umur 2 tahun, statusnya bagaimana ( ada bagianya ??)
    2. ada seorang anak laki2 dari pernikahan ayah saya yg pertama, dan dia sudah diberikan rumah oleh ayah saya, apakah masih dapat bagianya?

    mohon penjelasan yg sedetail2nya…
    syukron, fiamanillah

    wassalam

    • Wa ‘alaikumussalam warohmatullohi wa barokatuh

      Setelah membaca pertanyaan antum, maka perlu diperjelas di sini. Yaitu, yang meninggal itu ayah atau ibu? Mohon diperjelas. Hal ini karena di pertanyaan yang pertama ada pernyataan ayah (almarhum).

      Untuk pertanyaan kedua, bahwa pemberian ketika masih hidup maka tidak tergolong warisan, itu hanya pemberian biasa saja.

  9. assalamualaikum ustadz, salam kenal
    semoga dakwah antum di mudahkan oleh Allooh, selalu semangat dan doakan kami juga agar tetap istiqomah dalam belajar maupun beramal. syukron

  10. assalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh ustadz..jazakallahu khairan atas info2 di blog nya..kata peribahasa tak kenal maka tak sayang…bolehkah saya tau siapa ustad sebagaimana ustadz2 lain menerangkan biografi mereka di blog2 mereka…barakallah wa hayakallah..

  11. WASPADA..!! terhadap SURURI BERBAJU SALAFY..!!!

    Kepada Kaum Muslimin hindari blog pengaku salafy namun berhizb.

    blog yang dipercaya adalah :

    almanhaj.or.id
    radiorodja.com
    kajian.net
    muslim.or.id
    qaulan-sadida.blogspot.com
    abusalma.wordpress.com
    dst, yang diatas manhajis salaf dan menukil assatidz kabair salafyin

    • Beginikah akhlaq seorang salafy ? anda ini sering gonta ganti nama, mungkin untuk mengaburkan jati diri anda. Sungguh kata salafy itu terlalu indah disandang oleh orang-orang seperti anda ini.

  12. Jangan melaburkan permasalahan yang ada dengan yang lain.

    Alhamdulillah kiranya gelar “Salafy terlalu indah bagi ana” memang manhaj Salaf adalah al Haq, siapapun yang menyandangkan kepada “Salafy/ana salafy” masya Allah memang spesial bagi ana, maka salafiyyin selayaknya tidak boleh merusak manhaj al haq ini dengan prilaku hizbiyyin yang mengaku salafy.

    • La haula wa la quwwata illa billah, begitulah ketika manusia sudah begitu buta dengan apa yg ada pada dirinya hingga menutup hakekat yg sebenarnya. Hati yg sakit memang tidak lagi merasakan manis atau pahitnya sesuatu, bahkan sesuatu yg pahitpun dibilangnya manis, dan sebaliknya. Silahkan koreksi diri anda dan timbanglah dengan kaum salaf yg sholih, dan bukan hanya pengakuan belaka.

  13. Wallahi bukan aib menamakan diri Salafy,
    Syaikuhul Islam Ibnu Taimiyyah,
    “Tidak ada aib atas orang-orang yang menonjolkan manhaj salaf, menisbatakan dan menasabkan padanya, bahkan wajib menerimayang demikian itu dengan kesepakatan (para ulama), karena sesungguhnya tidak ada pada manhaj salaf kecuali kebenaran “ (Majmu’ Fatawa 4/129).
    Semoga Allah menjaga ikhwah Salafiyyin untuk tetap dibawah naungan manhaj yang mulia.

    • Shohih tidak aib menisbatkan diri pada salaf, akan tetapi sangat aib jika seseorang menisbatkan diri pada salaf namun tidak sesuai dengan karakter salaf. Inna lillaahi wa innal ilaihi rooji’uun.

  14. السلام عليكم ورمة الله و بركاته
    جزاك الله على جهدك في الدعوة إلى الله وحده لا شريك له
    الدعوة على الطريق الحق بفهم سلف الأمة

  15. Assalamu’alaikum.. Ana punya sedikit masalah,Sebelum bertanya
    ana mau sedikit cerita dahulu….Sekitar
    3-4th yg lalu awalnya ana sering bawa
    majalah islami (AlFurqon,AsSunnah dll)
    yg sering ana baca pd saat
    istirahat di pabrik.Sampai ada teman yg pesan
    minta dibawain.Dengan berjalannya
    waktu teman yg pesan semakin banyak,
    bahkan skrg mencapai 60an orang
    pemesan.
    Beberapa hari yg lalu ada teman yg
    menanyakan kpd ana, “Mas,bukannya
    pabrik melarang berjualan di
    lingkungan pabrik?”
    Terus terang ana tdk bisa jawab karena
    selama ini ana tdk terasa telah jual beli
    (karena dari awal hanya sebatas ada
    teman yang nitip dibelikan sampai
    akhirnya jadi banyak)
    Jadi haramkah uang yang selama ini
    ana dapat?
    Selama ini niat ana hanya ingin dakwah
    jadi ana memperingan dgn cara bayar
    tempo (setelah gajian).
    Wassalamu’alaikum

    • Wa ‘alaikumussalam warohmatullohi wa barokatuh.
      Pertama : Apakah memang ada larangan mutlak dari perusahaan tentang berjualan di dalam pabrik ? Kalau ada larangan maka akhi tidak boleh berjualan sama sekali.
      Kedua : Apabila niyat akhi hanya menolong ikhwah yang lain karena tidak sempat untuk membeli atau karena belum mempunyai dana untuk membeli maka akhi memberi dana talangan untuk mereka, maka ini masuk dalam tolong menolong dalam kebaikan dan ketaqwaan yang insya Alloh akhi mendapat balasan pahala. Terlebih jika niyat akhi adalah untuk dakwah. Maka ini bukan bagian dari jual beli, karena hanya membelikan.
      Ketiga : Jika niyat itu adalah semata-mata untuk dakwah dan menolong, maka akhi tidak mengambil keuntungan. Dan apabila ada diskon atau rabat dari distributor karena pembelian yang banyak maka akhi bicarakan bersama orang-orang yang menitip itu. Karena diskon dan rabat itu juga adalah hak mereka.
      Keempat : Untuk halal atau haram uang yang telah akhi dapatkan itu maka ana kembalikan pada ketentuan di atas. Semoga niyatan akhi tetap ikhlas untuk ikut serta menebarkan dakwah sunnah dengan menyebarkan majalah-majalah yang bermanhaj ahlis sunnah. Wallohu a’lam bish showab.

  16. Sukron Ustadz atas jawabannya.. Insya Allah ana ikhlas untuk dakwah dan bahkan untuk teman yang tidak sanggup bayar (telat sampai beberapa bulan karena kebutuhan hidupnya) ana ikhlas selama dia mau belajar agama dgn membaca majalah yg ana berikan, mudah-mudahan niat ana tetap lurus.Dan untuk ketentuan no 3, Insya Allah akan ana lakukan.Sekali lagi Jazakallahu khoir atas jawabannya..

  17. assalamu’alaykum..salam kenal ya ust🙂

    selama kenal dan berjuang dalam jamaah salafy sehingga vakum semenjak akhir 2008, baru tahun ini ana tahu tentang an najat🙂

    salam buat ust rofi’i ya ust

    barakallahu fiikum

    ‘ala fikrah..ternyata ana dan antum sama2 pernah mampir di al irsyad tengaran n menikah di tahun 2003 juga ya🙂

  18. assalamu’alaikum,,,
    kaifa haluka akhi,,?
    senang bisa berkunjung ke situs antum, mudah-mudahan antum selalu istiqomah dalam menyebarkan da’wah Islam melalui internet.
    akhukum fiilah
    Rosyidin (Mahasiswa STID Mohammad Natsir Bekasi)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s